Depok, 4 Juli 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali melahirkan inovasi di bidang kesehatan digital melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat. Novita Rina Antarsih berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Otomatisasi Deteksi IUGR Berbasis AI Terintegrasi dengan Telehealth pada Ibu Hamil terhadap Peningkatan Kinerja Pemantauan Pertumbuhan Janin di Puskesmas.”
Penelitian ini menjawab tantangan tingginya angka kematian neonatal di Indonesia yang masih berkaitan erat dengan keterlambatan deteksi gangguan pertumbuhan janin atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR). Meskipun sebagian besar Puskesmas telah memiliki fasilitas ultrasonografi (USG), proses skrining masih menghadapi kendala berupa variasi interpretasi hasil pemeriksaan, keterbatasan standardisasi keputusan klinis, serta belum optimalnya pemanfaatan data antenatal dalam menentukan rujukan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Novita mengembangkan AI-Clinical Decision Support System (AI-CDSS) VITA-Scan, sebuah sistem berbasis kecerdasan artifisial yang mengintegrasikan data maternal, tinggi fundus uteri (TFU), biometrik USG numerik, serta layanan telehealth sebagai alat bantu pengambilan keputusan klinis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Berbeda dengan teknologi AI sebelumnya yang umumnya berfokus pada analisis citra USG di rumah sakit, VITA-Scan dirancang khusus agar dapat dimanfaatkan di Puskesmas menggunakan data pemeriksaan antenatal rutin.
Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan desain multiphase mixed methods yang meliputi analisis kebutuhan pengguna, pengembangan model machine learning, uji usability, validasi diagnostik, hingga simulasi implementasi. Model AI dikembangkan menggunakan 1.746 kunjungan antenatal dari 571 ibu hamil dan divalidasi pada 604 ibu hamil di empat Puskesmas di Kota Depok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model AI yang dikembangkan memiliki performa yang sangat baik. Pada uji validasi eksternal, sistem mencapai sensitivitas 100%, spesifisitas 87%, akurasi 89%, serta Area Under Curve (AUC) sebesar 0,935. Menariknya, selama proses validasi tidak ditemukan kasus false negative, sehingga seluruh ibu hamil yang berisiko mengalami IUGR berhasil teridentifikasi oleh sistem.
Lebih jauh, simulasi implementasi menunjukkan bahwa penggunaan AI-CDSS VITA-Scan mampu meningkatkan deteksi risiko IUGR dari 14,7% menjadi 25,8%, sehingga berhasil mengidentifikasi 67 kasus tambahan yang sebelumnya tidak terdeteksi melalui skrining rutin. Selain itu, sistem juga meningkatkan ketepatan rekomendasi rujukan dari 19 menjadi 62 kasus, menunjukkan potensi besar AI dalam mendukung pengambilan keputusan klinis di layanan kesehatan primer.
Menurut Novita, inovasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tenaga kesehatan, melainkan menjadi clinical decision support system yang membantu bidan dan dokter mengambil keputusan secara lebih cepat, objektif, dan berbasis bukti. Pendekatan human-in-the-loop yang diterapkan memastikan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan tenaga kesehatan, sementara AI berfungsi sebagai pendukung proses klinis.
Kebaruan utama penelitian ini terletak pada pengembangan Hybrid AI-CDSS yang mengintegrasikan machine learning, aturan klinis berbasis pertumbuhan janin, dan telehealth dalam satu platform. Penelitian ini juga menghasilkan prototipe fungsional yang telah melalui serangkaian pengujian mulai dari analisis kebutuhan pengguna hingga evaluasi efektivitas implementasi, sehingga memberikan landasan ilmiah yang kuat bagi pengembangan layanan kesehatan ibu dan anak berbasis digital di Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan implementasi AI-CDSS melalui integrasi dengan platform SATUSEHAT, peningkatan kualitas data antenatal, penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam penggunaan USG obstetri dasar, peningkatan literasi digital, serta penyusunan tata kelola dan regulasi kecerdasan artifisial di bidang kesehatan agar pemanfaatannya berlangsung secara aman, etis, dan berkelanjutan.
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. Dr. Sutanto Priyo Hastono, M.Kes. selaku Ketua Tim Penguji. Bertindak sebagai promotor adalah Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., dengan kopromotor Dr. dr. Rima Irwinda, Sp.OG(K) dan Dr. Ir. Eka Budiarto, S.T., M.Sc., Data+. Tim penguji terdiri atas Prof. dr. Kemal Nazaruddin Siregar, S.K.M., M.A., Ph.D.; Dr. Prihatin Oktivasari, S.Si., M.Si.; Dr. Soewarta Koesen, M.P.H., Dr.PH.; Dr. Indra Supradewi, S.K.M., M.K.M., serta Dr. dr. Omo Abdul Majid, Sp.OG(K).
Ke depan, pengembangan AI-CDSS VITA-Scan diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat deteksi dini gangguan pertumbuhan janin, meningkatkan ketepatan rujukan maternal, serta berkontribusi pada upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. (wrk)

