Promovendus FKM UI Kembangkan Model “JABAR IMAS” untuk Perkuat Pendampingan Ibu Hamil Berbasis Komunitas

Depok, 30 Juni 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali meluluskan doktor yang menghasilkan inovasi untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang diselenggarakan pada 30 Juni 2026, Legina Anggraeni berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Penguatan Berbasis Komunitas ‘JABAR IMAS’ dalam Meningkatkan Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi pada Ibu Hamil.”

Penelitian tersebut berangkat dari masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia yang sebagian besar disebabkan oleh komplikasi kehamilan dan persalinan. Meskipun Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) telah diterapkan secara nasional, implementasinya dinilai belum melibatkan komunitas secara optimal. Berangkat dari kondisi tersebut, Legina mengembangkan JABAR IMAS, sebuah model pendampingan ibu hamil berbasis komunitas yang mengintegrasikan nilai budaya lokal untuk memperkuat kesiapan persalinan dan mencegah komplikasi.

Penelitian menggunakan mixed methods exploratory sequential design yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu studi kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengembangan model, serta implementasi model melalui desain quasi experiment. Penelitian dilaksanakan di Kota Bogor selama September 2024 hingga Desember 2025 dengan melibatkan 78 ibu hamil pada kelompok intervensi dan 80 ibu hamil pada kelompok kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model JABAR IMAS memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil menghadapi persalinan. Intervensi ini mampu meningkatkan skor perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi hingga mencakup 10 dari 12 komponen yang diukur. Pada akhir minggu kedelapan intervensi, 81,3 persen ibu hamil pada kelompok intervensi berhasil mencapai status well birth planning, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.

Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model penguatan berbasis komunitas yang mengintegrasikan konsep opat sauyunan, nilai budaya Sunda, pendampingan melalui kunjungan rumah, serta media edukasi inovatif dalam mendukung Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Pendekatan tersebut tidak hanya memperkuat pengetahuan ibu hamil, tetapi juga mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung keselamatan ibu selama kehamilan hingga persalinan.

Selain menghasilkan model intervensi, penelitian ini juga mengembangkan berbagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan ibu hamil. Model JABAR IMAS direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pemberdayaan masyarakat, Posyandu Integrasi Layanan Primer, serta sistem pelayanan kesehatan ibu di Indonesia. Penelitian ini juga mendorong digitalisasi instrumen monitoring agar implementasi model dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. dr. Asri C. Adisasmita, M.P.H., M.Phil., Ph.D. selaku Ketua Tim Penguji. Bertindak sebagai Promotor adalah Prof. Dr. Dra. Evi Marta, M.Kes., dengan Ko-promotor Prof. Dr. dr. Sabarinah, M.Sc. dan Dra. Sri Murni, M.Kes., Ph.D. Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. dr. Budi I. Santoso, Sp.O.G., Subsp. Urogin RE, MPH., Dr. Sudibyo Alimoeso, M.A., Dr. Indra Supradewi, M.K.M., Dr. Maryuni, S.K.M., M.K.M., serta Dr. Drs. Nana Mulyana, M.Kes.

Melalui disertasi ini, Legina Anggraeni menghadirkan inovasi berbasis bukti yang memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu. Model JABAR IMAS diharapkan dapat menjadi alternatif strategi nasional dalam meningkatkan efektivitas Program P4K sekaligus mempercepat penurunan angka kematian ibu di Indonesia melalui pendekatan yang kontekstual, kolaboratif, dan berakar pada nilai sosial budaya masyarakat. (wrk)