Depok, 2 Juli 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali melahirkan inovasi berbasis riset di bidang gizi kesehatan masyarakat melalui sidang terbuka promosi doktor. Pada kesempatan tersebut, Retno Windya Kusumaningtyas berhasil mempertahankan disertasinya yang mengembangkan sup teri (Stolephorus Indicus) instan fortifikasi vitamin D sebagai alternatif makanan tambahan bagi ibu hamil. Penelitian disertasi yang berjudul “Pengaruh Intervensi Sup Teri (Stolephorus Indicus) Instan Fortifikasi Vitamin D Terhadap Kadar Kalsidiol Serum Ibu Hamil, Berat Lahir dan Panjang Lahir Bayi” ini menunjukkan bahwa produk berbasis pangan lokal tersebut berpotensi meningkatkan status vitamin D ibu hamil sekaligus mendukung luaran kelahiran yang lebih baik.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi defisiensi vitamin D pada ibu hamil di Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar 63 persen. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan berbagai komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia, diabetes gestasional, hingga bayi lahir dengan berat dan panjang badan yang rendah. Di sisi lain, pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber zat gizi masih belum optimal, padahal ikan teri merupakan bahan pangan yang kaya akan protein, kalsium, fosfor, dan vitamin D.
Menggunakan desain quasi-experimental two-group pre–post test, penelitian ini dilakukan pada ibu hamil trimester kedua di Kabupaten Tangerang. Sebelum tahap intervensi, Retno terlebih dahulu mengembangkan enam formulasi sup teri instan yang diperkaya vitamin D. Formula terbaik dipilih berdasarkan uji sensorik sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki cita rasa yang dapat diterima oleh konsumen. Formula terpilih mampu menyediakan 9,54 mcg vitamin D per sajian, atau sekitar 63,6 persen dari kebutuhan harian vitamin D ibu hamil.
Setelah melalui uji formulasi, produk diimplementasikan sebagai makanan tambahan bagi ibu hamil selama sekitar lima bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi sup teri fortifikasi vitamin D memiliki rerata kadar kalsidiol serum lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Setelah dikontrol berdasarkan kadar vitamin D awal dan kecukupan vitamin D sebelum intervensi, pemberian sup teri terbukti berhubungan secara signifikan dengan peningkatan kadar kalsidiol serum ibu hamil.
Selain memperbaiki status vitamin D, penelitian juga menemukan bahwa konsumsi sup teri fortifikasi berkontribusi terhadap peningkatan kecukupan asupan protein, kalsium, fosfor, dan vitamin D selama kehamilan. Produk yang dikembangkan memiliki kandungan protein lebih tinggi, kalsium mencapai 96 mg per sajian, serta vitamin D yang jauh lebih besar dibandingkan dengan produk kontrol, sehingga berpotensi menjadi sumber zat gizi penting bagi ibu hamil.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa intervensi tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan berat lahir bayi. Model regresi yang dikembangkan memperlihatkan bahwa kelompok intervensi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap berat lahir, bersama faktor panjang lahir bayi, kadar kalsidiol awal, pertambahan berat badan ibu selama kehamilan, serta kecukupan protein pada awal kehamilan.
Kebaruan penelitian ini terletak pada keberhasilannya mengembangkan produk pangan fortifikasi berbasis ikan teri lokal yang mengombinasikan kandungan protein, kalsium, fosfor, dan vitamin D dalam bentuk sup instan yang praktis, mudah disajikan, serta memiliki tingkat penerimaan sensorik yang baik. Pendekatan ini menawarkan alternatif intervensi gizi yang lebih berkelanjutan dibandingkan dengan suplementasi semata karena memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat. Penelitian juga menunjukkan pentingnya memperhatikan karakteristik matriks pangan agar bioavailabilitas vitamin D meningkat sehingga penyerapan zat gizi menjadi lebih optimal.
Secara praktis, hasil penelitian ini membuka peluang pengembangan sup teri fortifikasi vitamin D sebagai salah satu produk makanan tambahan bagi ibu hamil dalam mendukung program perbaikan gizi nasional. Inovasi tersebut berpotensi menjadi alternatif intervensi berbasis pangan lokal untuk membantu menurunkan risiko defisiensi vitamin D, memperbaiki status gizi ibu selama kehamilan, serta mendukung pertumbuhan janin yang optimal.
Sidang terbuka promosi doktor Retno Windya Kusumaningtyas dipimpin oleh Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., M.Sc. selaku Ketua Tim Penguji. Bertindak sebagai promotor Dr. Ir. Trini Sudiarti, M.Si., didampingi ko-promotor Dr. Ir. Diah Mulyawati Utari, M.Kes. dan Dr. Noer Laily, M.Si. Adapun tim penguji terdiri atas Prof. dr. Endang Laksminingsih Achadi, M.P.H., Dr.PH.; Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si., dan Dr. Dwi Nastiti Iswarawanti, M.Sc.
Melalui penelitian ini, FKM UI kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan inovasi berbasis bukti ilmiah yang menjawab tantangan kesehatan masyarakat Indonesia. Pengembangan produk pangan fortifikasi berbasis sumber daya lokal diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan masalah gizi pada ibu hamil sekaligus mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (wrk)

