Depok, 3 Agustus 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali melahirkan doktor melalui penelitian yang menawarkan pendekatan inovatif dalam upaya mendukung pemulihan pecandu narkotika. Putu Emy Suryanti berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UI dengan judul “Pengembangan Model Ashtanga Yoga untuk Mengurangi Risiko Relapse pada Pecandu Narkotika di Provinsi Bali.”
Penelitian ini berangkat dari tantangan dalam proses rehabilitasi narkotika, yaitu risiko relapse atau kembali menggunakan narkotika setelah menjalani proses pemulihan. Selain penanganan medis dan sosial, terapi komplementer seperti yoga mulai banyak digunakan untuk membantu menjaga kesehatan fisik dan mental. Melalui penelitian ini, Putu Emy mengembangkan Model Ashtanga Yoga yang dirancang secara khusus sebagai terapi pendamping dalam program rehabilitasi narkotika.
Ashtanga Yoga dalam penelitian ini tidak hanya berupa latihan fisik, tetapi mencakup delapan tahapan yang meliputi disiplin diri, latihan fisik, pengaturan napas, pengendalian diri, konsentrasi, meditasi, hingga penyatuan diri. Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu pecandu mengelola stres, emosi, perilaku, dan kondisi psikologis yang dapat berpengaruh terhadap risiko kembali menggunakan narkotika.
Penelitian dilaksanakan di Provinsi Bali melalui tiga tahapan. Tahap awal dilakukan dengan menggali pengalaman dan pandangan dari delapan ahli yoga, baik akademisi maupun praktisi, untuk menghasilkan model Ashtanga Yoga yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi pecandu narkotika. Model tersebut kemudian dikembangkan menjadi Modul Latihan Ashtanga Yoga yang dilengkapi materi, ilustrasi, serta video tutorial sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan latihan.
Model yang dikembangkan selanjutnya diuji pada 17 pecandu narkotika yang sedang menjalani rehabilitasi rawat inap di Ruang Darmawangsa, Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama, Bali. Intervensi diberikan sebanyak 12 sesi selama empat minggu, dengan frekuensi tiga kali seminggu dan durasi 90 menit setiap sesi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif setelah peserta mengikuti latihan Ashtanga Yoga. Rata-rata skor stres peserta menurun sebesar lima poin, dengan intervensi Ashtanga Yoga berkontribusi sebesar 24% terhadap penurunan skor stres. Penelitian juga menemukan adanya perubahan yang signifikan pada skor risiko relapse setelah peserta mengikuti rangkaian latihan. Secara keseluruhan, rata-rata skor risiko relapse menurun sebanyak 18 poin setelah 12 sesi latihan.
Temuan tersebut menunjukkan potensi Ashtanga Yoga sebagai salah satu terapi pendamping dalam program rehabilitasi narkotika, khususnya setelah pasien menyelesaikan tahap detoksifikasi. Penelitian ini merekomendasikan agar institusi rehabilitasi mempertimbangkan integrasi latihan Ashtanga Yoga dalam program rehabilitasi, dengan tetap menempatkannya sebagai terapi komplementer yang mendukung penanganan utama.
Penelitian Putu Emy juga memiliki nilai strategis karena mempertemukan ilmu kesehatan masyarakat dengan keilmuan yoga, sekaligus mengembangkan pendekatan yang berbasis pada konteks lokal Bali. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pengembangan program rehabilitasi yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental, pengelolaan stres, dan kemampuan individu dalam mengendalikan diri.
Selain menghasilkan model dan modul latihan, penelitian ini membuka peluang pengembangan riset lebih lanjut dengan jumlah peserta yang lebih besar dan desain penelitian yang melibatkan kelompok pembanding. Dengan demikian, efektivitas model Ashtanga Yoga dapat diuji secara lebih luas sebelum diterapkan dalam skala yang lebih besar.
Dalam sidang promosi doktor tersebut, Putu Emy dibimbing oleh Prof. Dr. drg. Ella Nurlaella Hadi, M.Kes. selaku promotor, serta Prof. Dr. dr. Sabarinah, M.Sc. dan Prof. dr. I Made Ady Wirawan, M.P.H., Ph.D. selaku ko-promotor. Tim penguji terdiri atas Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, M.S., D.Sc. sebagai ketua, serta Prof. drg. Nurhayati Adnan Prihartono, M.P.H., M.Sc., Sc.D.; Dr. dra. Rita Damayanti, MSPH.; Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., Dr.PH., dan Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag. sebagai anggota.
Putu Emy Suryanti merupakan dosen tetap Program Studi Yoga dan Kesehatan, Fakultas Brahma Widya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Pendidikan doktoralnya di FKM UI ditempuh melalui Beasiswa DIPA UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Latar belakangnya di bidang kebidanan, kesehatan masyarakat, dan yoga memperkuat pendekatan lintas disiplin yang menjadi karakter utama penelitian ini.
Melalui pencapaian Putu Emy, FKM UI kembali menunjukkan peran pendidikan doktoral dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya memperkaya pengembangan ilmu kesehatan masyarakat, tetapi juga menawarkan pendekatan yang dapat dikembangkan untuk menjawab persoalan kesehatan yang kompleks. Penelitian ini sekaligus memperkuat pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghadirkan inovasi bagi upaya rehabilitasi dan pemulihan pecandu narkotika di Indonesia. (wrk)

