Depok, 23 Juni 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali melahirkan doktor yang menghasilkan inovasi berbasis bukti untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat dan perlindungan kelompok rentan. Dalam sidang promosi doktor Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UI, Diana Hartaty Angraini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Edukasi Parent as Teacher (PAT) untuk Peningkatan Kapasitas Pendidikan Seksual pada Orang Tua Remaja Disabilitas Intelektual Ringan”.
Penelitian tersebut menghasilkan Model Edukasi Parent as Teacher (PAT), sebuah model pendidikan seksual berbasis keluarga yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendampingi remaja dengan disabilitas intelektual ringan. Model ini dikembangkan sebagai respons terhadap tingginya kerentanan kelompok tersebut terhadap berbagai risiko kesehatan reproduksi, eksploitasi, dan kekerasan seksual, sementara kapasitas orang tua dalam memberikan pendidikan seksual masih terbatas.
Dalam disertasinya, Diana mengungkap bahwa pendidikan seksual bagi remaja dengan disabilitas intelektual ringan selama ini masih menghadapi berbagai tantangan. Orang tua memiliki peran sentral sebagai pendidik utama, namun praktik pendidikan seksual yang dilakukan umumnya masih bersifat spontan, belum terstruktur, serta terkendala oleh keterbatasan pengetahuan, keterampilan komunikasi, stigma budaya, dan minimnya media edukasi yang sesuai.
Melalui pendekatan mixed methods dengan desain sequential exploratory, penelitian ini melibatkan orang tua, guru SLB, tenaga kesehatan, serta pemangku kebijakan di Jakarta Timur. Hasil penelitian menjadi dasar pengembangan Model PAT yang menempatkan orang tua sebagai pendidik utama dalam pendidikan seksual anak melalui kombinasi pelatihan, modul edukasi, media pembelajaran visual, simulasi, role play, serta pendampingan berkelanjutan.
Model PAT kemudian diimplementasikan kepada 50 orang tua remaja dengan disabilitas intelektual ringan melalui pelatihan selama dua hari yang dilanjutkan dengan pendampingan selama tiga bulan. Materi yang diberikan mencakup pengenalan pendidikan seksual, pubertas, menstruasi, ruang publik dan ruang privat, perlindungan diri, serta penguatan kemampuan komunikasi orang tua dengan anak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model PAT mampu meningkatkan kapasitas orang tua secara signifikan pada tiga aspek utama, yaitu pengetahuan, sikap, dan efikasi diri. Peningkatan tersebut tidak hanya terjadi setelah pelatihan, tetapi juga bertahan dan semakin menguat selama masa pendampingan. Temuan ini menunjukkan bahwa Model PAT berpotensi menjadi intervensi pendidikan seksual berbasis keluarga yang terstruktur, aplikatif, dan berkelanjutan bagi remaja dengan disabilitas intelektual ringan.
Lebih jauh, Diana merekomendasikan agar model ini diintegrasikan ke dalam berbagai program yang telah berjalan, seperti parenting class di Sekolah Luar Biasa (SLB), pembinaan keluarga, serta layanan kesehatan remaja di puskesmas. Implementasi model juga memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, sekolah, tenaga kesehatan, psikolog, pekerja sosial, dan keluarga.
Penelitian ini memperkuat kontribusi FKM UI dalam menghasilkan inovasi kesehatan masyarakat yang tidak hanya memberikan pengembangan keilmuan, tetapi juga menawarkan solusi konkret bagi isu perlindungan anak dan penyandang disabilitas di Indonesia. Model PAT diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan program promotif dan preventif untuk memperkuat perlindungan remaja dengan disabilitas intelektual serta meningkatkan kapasitas keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, aman, dan bermartabat.
Sidang promosi doktor ini dipromotori oleh Prof. Dr. dra. Evi Martha, M.Kes., dengan ko-promotor Prof. Farida Kurniawati, M.Sp.Ed., Ph.D., Psikolog dan Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc.
Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Drs. Sutanto Priyo Hastono, M.Kes. selaku Ketua Penguji, serta Prof. Dr. Asep Supena, M.Psi.; Dr. Ir. R. Harry Hikmat, M.Si.; Dr. Nasyith Forefry, S.T., M.M.; Dr. Drs. Nana Mulyana, M.Kes.; dan dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D. sebagai anggota penguji. (wrk)

