Depok, 16 Agustus 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) membekali mahasiswa baru Program Sarjana Kesehatan Masyarakat kelas Ekstensi (RPL) 2026 melalui kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF) Program Ekstensi FKM UI 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 ini sekaligus menjadi penanda dimulainya perkuliahan bagi mahasiswa Ekstensi 2026. PSAF menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal sistem akademik sekaligus berbagai layanan dan dukungan yang tersedia selama menjalani pendidikan di FKM UI.
Memasuki kembali dunia pendidikan dengan bekal pendidikan diploma dan pengalaman profesional menjadi karakteristik tersendiri bagi mahasiswa Program Ekstensi. Karena itu, PSAF tidak hanya memperkenalkan sistem perkuliahan, tetapi juga mengarahkan mahasiswa untuk memperkuat kompetensi, membangun jejaring, menjaga integritas, dan memanfaatkan berbagai ruang pengembangan diri.
Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyambut mahasiswa baru dan menekankan bahwa status sebagai mahasiswa FKM UI merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Khusus bagi mahasiswa Ekstensi, pendidikan di FKM UI diharapkan menjadi ruang untuk memperdalam pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya. “Bukan lagi untuk mencari ilmu, tapi Anda memperdalam ilmu yang sudah Anda dapatkan sewaktu Anda di diploma sebelumnya,” ujar Prof. Indri.
Menurutnya, pengalaman dan keilmuan yang telah dimiliki mahasiswa Ekstensi dapat menjadi modal untuk memberikan kontribusi yang lebih besar. Selain capaian akademik, ia pun mengingatkan mahasiswa untuk menjaga integritas sebagai bagian dari FKM UI, termasuk ketika berada di luar lingkungan kampus. “Meskipun itu dilakukan di luar kampus, Anda harus sadar bahwa saya kan mahasiswa FKM UI, jadi saya harus menjaga integritas saya sebagai mahasiswa FKM UI, saya harus menjaga citra FKM UI,” tegasnya.
Pembekalan dilanjutkan dengan materi mengenai fasilitas dan layanan non-akademik oleh Mila Tejamaya, S.Si., M.OHS., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKM UI. Ia menjelaskan bahwa berbagai fasilitas dan layanan disiapkan untuk mendukung mahasiswa agar dapat menjalani proses akademik dalam lingkungan yang aman dan sehat. “Tugas saya di sini adalah untuk memastikan bahwa semua supporting system untuk pelaksanaan proses akademik dari mulai dosen pendidiknya, tendiknya, fasilitasnya, kemudian keuangannya ini available, tersedia untuk melayani kalian,” jelas Mila.
Lebih lanjut, Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalani aktivitas di kampus. Selain itu, ia menekankan pentingnya integritas dalam lingkungan akademik, termasuk dengan tidak memberikan hadiah kepada dosen maupun tenaga kependidikan. “Tidak boleh memberikan hadiah-hadiah meskipun itu nanti habis ujian atau misalnya akan bimbingan atau apapun tidak perlu membawa apapun,” tambahnya.
Pada aspek akademik, Dr. Laila Fitria, S.K.M., M.K.M., selaku Manajer Akademik, Internasionalisasi, Kemahasiswaan, dan Alumni FKM UI, memperkenalkan sistem akademik, layanan fakultas, serta mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi mahasiswa Ekstensi. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai kesempatan pengembangan diri, seperti kompetisi, beasiswa, student exchange, short course, konferensi, dan jejaring alumni.
Pemahaman mengenai kurikulum kemudian diperdalam melalui sesi yang disampaikan Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKM UI. Ia menekankan bahwa pendidikan kesehatan masyarakat tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan menerapkannya untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Prof. Besral menjelaskan bahwa pendidikan di FKM UI tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori. Proses pembelajaran juga mengintegrasikan student-centered learning, evidence-based learning, experiential learning, serta interprofessional education. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman melalui studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, kunjungan lapangan, dan kolaborasi lintas profesi. Ia turut berpesan bahwa FKM UI memiliki komitmen dalam membentuk lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi mampu menggunakannya untuk menghasilkan solusi. “Kita berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, mampu berpikir kritis dan sistematis untuk mengembangkan solusi kesehatan masyarakat berbasis bukti dan jadi pemimpin dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di tingkat masyarakat, nasional maupun global,” jelas Prof. Besral.
Untuk menunjang proses pembelajaran, mahasiswa diperkenalkan dengan Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (Pusinfokesmas) oleh Fikri Wijaya serta fasilitas teknologi informasi oleh Edi Afriansyah, mulai dari akses literatur hingga laboratorium komputer dan sistem pembelajaran daring. Mahasiswa juga mendapatkan sosialisasi Student Life Cycle Management (SLCM) oleh Amalia Kusmaryanti, Asisten Manajer Akademik dan Internasionalisasi FKM UI, yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan akademik, termasuk registrasi dan pengisian IRS.
Selain kesiapan akademik, kesehatan mental menjadi bagian penting dalam pembekalan mahasiswa baru. Materi yang disampaikan oleh Diana Rachmawati, M.Psi., Psikolog dari Klinik Makara UI, memperkenalkan pentingnya menjaga kesehatan mental selama menjalani proses pendidikan. Pembekalan ini diperkuat melalui sosialisasi Badan Konseling Mahasiswa (BKM) FKM UI oleh Dr. drg. Masyitoh Basabih, M.A.R.S., selaku Koordinator BKM FKM UI, yang memperkenalkan layanan dukungan bagi mahasiswa ketika menghadapi persoalan akademik maupun personal. Kehadiran layanan tersebut menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya didukung dalam mencapai keberhasilan akademik, tetapi juga dalam menjaga kesejahteraan selama menjalani studi.
PSAF Program Ekstensi 2026 tidak hanya memperkenalkan sistem perkuliahan, tetapi juga berbagai layanan akademik, fasilitas, dukungan kesejahteraan, ruang pengembangan, dan jejaring yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menempuh pendidikan di FKM UI. Berbekal pengalaman pendidikan sebelumnya, mahasiswa Ekstensi 2026 diharapkan mampu memperkuat kompetensi kesehatan masyarakat, membangun kolaborasi, menjaga integritas, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (EAR)

