Road to FKM UI Run for All Dorong Budaya Lari yang Aman, Sehat, dan Inklusif

Depok, 7 September 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggelar kegiatan Pre Event Road to FKM UI Run for All pada Minggu, 6 September 2026, di lingkungan FKM UI. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis FKM UI sekaligus ruang untuk memperkenalkan semangat Run for All sebagai gerakan olahraga yang inklusif dan dapat diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat.

Kegiatan diikuti oleh peserta dari beragam komunitas lari, masyarakat umum, peserta disabilitas, serta sivitas akademika FKM UI. Keragaman peserta juga terlihat dari rentang usia yang mengikuti kegiatan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Melalui kebersamaan tersebut, FKM UI menegaskan bahwa aktivitas fisik dan gaya hidup sehat merupakan ruang yang dapat diakses dan dinikmati oleh semua orang, tanpa membatasi usia maupun kondisi fisik.

Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan bahwa FKM UI Run for All merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis FKM UI yang membawa semangat inklusivitas. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk komitmen FKM UI untuk menghadirkan ruang olahraga yang ramah bagi kelompok rentan.

“Run for All merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis FKM UI. Kegiatan ini mengedepankan inklusivitas dan menjadi salah satu event lari di lingkungan UI yang memberikan ruang bagi kelompok rentan untuk dapat berpartisipasi,” ujar Prof. Indri.

Selain lari bersama sejauh 5 kilometer, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi talkshow bertema “Safe Running: Nutrisi Optimal untuk Pelari” yang menghadirkan Dr. Mury Kuswary, S.Pd., M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Esa Unggul sekaligus pakar gizi olahraga. Sesi ini memperkuat pesan bahwa aktivitas lari perlu dilakukan dengan memperhatikan kesiapan tubuh, pemenuhan nutrisi, hidrasi, serta pemulihan.

Dr. Mury menjelaskan bahwa lari merupakan aktivitas yang terlihat sederhana, tetapi melibatkan proses fisiologis yang kompleks. Karena itu, nutrisi tidak hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi fondasi untuk mendukung performa, mencegah cedera, dan mempercepat pemulihan tubuh.

Dalam paparannya, ia membagi strategi nutrisi pelari ke dalam tiga fase, yaitu sebelum, saat, dan setelah berlari. Sebelum berlari, pelari dianjurkan mengonsumsi sumber karbohidrat yang mudah dicerna untuk membantu menyediakan energi. Saat berlari, kebutuhan cairan dan energi perlu disesuaikan dengan durasi aktivitas. Sementara setelah berlari, asupan protein yang dikombinasikan dengan karbohidrat diperlukan untuk mendukung proses pemulihan dan pengisian kembali cadangan energi tubuh.

Dr. Mury juga menekankan pentingnya memahami kebutuhan hidrasi secara seimbang, terutama bagi pelari jarak jauh. Konsumsi cairan yang berlebihan tanpa memperhatikan elektrolit dapat menimbulkan risiko hiponatremia. Oleh karena itu, pemenuhan cairan dan elektrolit perlu disesuaikan dengan durasi serta kondisi aktivitas fisik.

Bagi pelari yang mempersiapkan diri untuk lomba jarak jauh, strategi carb loading juga menjadi salah satu aspek yang dapat diperhatikan untuk mengoptimalkan cadangan glikogen sebelum perlombaan. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.

Tidak hanya nutrisi, latihan kekuatan (strength training) turut menjadi bagian penting dalam membangun kebugaran yang berkelanjutan. Bagi pelari, latihan kekuatan dapat membantu meningkatkan stabilitas dan efisiensi gerak sekaligus mendukung pencegahan cedera. Sementara bagi kelompok lanjut usia, latihan kekuatan berperan dalam mempertahankan massa dan kekuatan otot, menjaga kepadatan tulang, serta membantu menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh.

Melalui Pre Event Road to FKM UI Run for All, FKM UI tidak hanya mempersiapkan masyarakat menuju pelaksanaan FKM UI Run for All, tetapi juga membawa pesan yang lebih luas tentang pentingnya aktivitas fisik yang aman, sehat, dan inklusif. Kehadiran peserta dari berbagai usia, komunitas, sivitas akademika, hingga peserta disabilitas menjadi gambaran bahwa olahraga dapat menjadi ruang bersama untuk membangun masyarakat yang lebih aktif, sehat, dan tangguh.

Semangat tersebut akan dilanjutkan dalam pelaksanaan FKM UI Run for All pada 27 September 2026 di FKM Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, dengan mengusung nilai inklusivitas dan semangat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bergerak dan menjadi bagian dari budaya hidup sehat. (wrk)