Depok, 7 Mei 2026—Rumah sakit sebagai pusat penyembuhan kerap kali memberikan jejak lingkungan dengan emisi gas anestesi yang dihasilkan. Gas-gas volatil seperti sevoflurane, isoflurane, desflurane, dan nitrous oxide yang digunakan dalam ribuan tindakan bedah terlepas ke atmosfer tanpa penanganan yang memadai. Keprihatinan inilah yang menggerakkan tim mahasiswa lintas universitas untuk merancang solusi nyata melalui kompetisi Ramathibodi Pitching Challenge 2026 di Bangkok, Thailand pada Senin, 4 Mei 2026.
Naufal Akram dan Ayesha Daanii Nayyara, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) yang masing-masing berasal dari S-1 Kesehatan Lingkungan dan S-1 Kesehatan Masyarakat, bersama Afifah Zahwah Nuryana dari Universiti Malaya, Faris Abqori dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), serta Lovely Ni’mah Anugerah Guru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), berhasil meraih posisi First Runner-Up dalam ajang bergengsi tersebut. Dengan proposal inovatif bertajuk “TRI-OR: A Three Level Strategy for Mitigating Anesthetic Gas Related Emissions in a Thai Tertiary Hospital”, kelimanya menawarkan kerangka strategis terpadu yang dirancang untuk menekan emisi gas anestesi di rumah sakit tersier Thailand secara sistemik.
TRI-OR, yang secara harfiah berarti “tiga lapis” menjadi cerminan dari filosofi pendekatan yang ditawarkan oleh tim. Dijelaskan bahwa mitigasi emisi gas anestesi tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sisi, sehingga memerlukan komponen saling terkait yang bekerja sebagai sistem terpadu (integrated system).
“Lapisan pertama adalah Source Reduction, yang berfokus pada optimasi penggunaan obat anestesi dan pengurangan flow rate gas selama prosedur. Strategi ini juga mendorong klinisi untuk mempertimbangkan dampak lingkungannya. Lapisan kedua adalah Emission Capture berbasis teknologi titanium dioksida, yakni mekanisme destruksi katalitik aktif, gas anestesi volatil yang terbuang ditangkap dan diuraikan sebelum mencemari udara. Lapisan ketiga adalah Monitoring & Optimization, yakni sistem pemantauan emisi secara real-time yang memungkinkan manajemen rumah sakit melakukan optimasi berkelanjutan melalui penggunaan dashboard,” tutur Akram dan Ayesha dalam menjelaskan cara kerja TRI-OR dalam tiga tahapannya.
Kehadiran perspektif lintas disiplin turut mencerminkan kesadaran bahwa tantangan kesehatan lingkungan di era modern tidak dapat diselesaikan oleh satu bidang ilmu. Masalah emisi gas rumah sakit adalah persoalan klinis, teknis, ekonomi, dan kebijakan sekaligus, sehingga TRI-OR hadir menjawab keempat dimensi tersebut secara bersamaan.
Ramathibodi Pitching Challenge merupakan kompetisi inovasi kesehatan internasional yang diselenggarakan oleh Ramathibodi Faculty of Medicine, Mahidol University, Thailand. Kompetisi tersebut mengundang tim mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan solusi inovatif atas tantangan kesehatan yang nyata.
Sebagaimana harapan dari keduanya, Naufal dan Ayesh percaya dan mendukung ekosistem yang lebih inovatif dari para mahasiswa FKM UI untuk berperan aktif menyelesaikan permasalahan kesehatan yang ada di sekitar. “Semoga inovasi yang dibawa ini bisa terus dikembangkan dan menjadi hal yang bisa diterapkan secara nyata di rumah sakit. Tentunya, ekosistem yang inovatif dengan berbagai temuan solutif juga diharapkan semakin melekat dan dirasakan di FKM UI.” (ITM)

