Depok, 18 Juni 2026 – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi salah satu fondasi utama Indonesia dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Meski cakupan kepesertaan JKN terus meningkat dan telah menjangkau lebih dari 90 persen penduduk Indonesia, tantangan terkait pemerataan akses layanan kesehatan masih menjadi perhatian. Berangkat dari isu tersebut, Asmaripa Ainy, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Variasi Utilisasi Layanan Kesehatan pada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)”.
Penelitian ini bertujuan mengestimasi variasi pemanfaatan layanan kesehatan pada peserta JKN guna mendukung terwujudnya kesetaraan akses layanan kesehatan di Indonesia. Menggunakan desain penelitian cross-sectional, Asmaripa memanfaatkan data sampel BPJS Kesehatan tahun 2023 yang mencakup 1.480.031 peserta JKN aktif dari seluruh Indonesia. Analisis dilakukan dengan pendekatan statistik Zero-Inflated Negative Binomial (ZINB), yang dinilai paling sesuai untuk menggambarkan pola pemanfaatan layanan kesehatan yang memiliki proporsi kunjungan nol cukup tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat variasi utilisasi layanan kesehatan antara peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Non-PBI. Pada layanan kesehatan tingkat pertama (FKTP), tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam frekuensi kunjungan rawat jalan maupun rawat inap antara kedua kelompok peserta. Namun, peserta PBI memiliki peluang lebih tinggi untuk tidak melakukan kunjungan rawat jalan sama sekali. Sebaliknya, pada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL), peserta PBI memiliki frekuensi kunjungan rawat jalan dan rawat inap yang lebih rendah serta peluang tidak memanfaatkan layanan yang lebih tinggi dibandingkan peserta Non-PBI. Temuan ini menunjukkan bahwa kesenjangan akses layanan kesehatan masih lebih nyata pada layanan rujukan dan spesialistik.
Penelitian juga menemukan bahwa variasi pemanfaatan layanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat pendidikan, wilayah tempat tinggal, ketersediaan fasilitas kesehatan rujukan, keberadaan penyakit kronis, serta tingkat keparahan penyakit. Peserta yang tinggal di wilayah perkotaan, berpendidikan lebih tinggi, dan berada di kawasan Jawa-Bali cenderung memiliki utilisasi layanan kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan peserta di wilayah lain. Sebaliknya, peserta yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan, seperti sebagian kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua, masih menghadapi hambatan dalam mengakses layanan kesehatan rujukan.
Menurut Asmaripa, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan JKN dalam memperluas cakupan kepesertaan perlu diikuti dengan upaya memperkuat akses dan pemerataan layanan kesehatan. Penguatan literasi kesehatan masyarakat, penyederhanaan sistem rujukan, peningkatan kapasitas layanan primer, serta pemerataan fasilitas kesehatan rujukan menjadi langkah penting untuk mengurangi kesenjangan pemanfaatan layanan kesehatan antarkelompok masyarakat dan antarwilayah.
Melalui penelitian ini, Asmaripa menghadirkan bukti ilmiah yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah, BPJS Kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Temuan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya Indonesia dalam mewujudkan sistem kesehatan yang mampu memberikan akses layanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat, sejalan dengan tujuan Universal Health Coverage dan pembangunan kesehatan nasional.
Ujian promosi doktor ini dilaksanakan di hadapan tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Budi Hidayat, S.K.M., M.P.P.M., Ph.D. selaku promotor, didampingi Dr. Pujiyanto, S.K.M., M.Kes. dan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. sebagai ko-promotor. Sementara itu, Ketua Sidang dan tim penguji yang turut memberikan penilaian dan masukan akademik dalam sidang promosi doktor ini adalah Prof. Dr. Drs. Sutanto Priyo Hastono, M.Kes.; Prof. Dr. drg. Mardiati Nadjib, M.Sc.; Prastuti Soewondo, S.E., M.P.H., Ph.D.; Dr. Atik Nurwahyuni, S.K.M., M.K.M., dan Dr. dr. Mahlil Ruby, M.Kes. (wrk)

