Via Dolorosa Halilintar Raih Gelar Doktor FKM UI melalui Penelitian tentang Kualitas Hidup dan Biaya Perawatan Kanker Anak

Depok, 4 Agustus 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali melahirkan doktor yang menghasilkan penelitian untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia. Via Dolorosa Halilintar berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UI pada Selasa (4/8).

Disertasi berjudul “Penilaian Kualitas Hidup dan Evaluasi Ekonomi pada Perawatan Kanker Anak” ini membahas dua hal penting dalam perawatan anak dengan kanker, yaitu bagaimana melihat kualitas hidup pasien selama menjalani pengobatan serta bagaimana memahami beban biaya yang harus ditanggung pasien dan keluarganya.

Dalam penelitiannya, Via mengembangkan PEDIAQoL, sebuah alat untuk membantu tenaga kesehatan mengetahui kondisi dan kualitas hidup anak dengan kanker secara lebih sesuai dengan pengalaman mereka. Alat ini memperhatikan berbagai hal yang dirasakan pasien, termasuk kelelahan, rasa sakit, kondisi fisik, serta kehidupan sehari-hari.

Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta pada Juli 2025 hingga Februari 2026 tersebut melibatkan 219 pasien kanker anak berusia 6–18 tahun beserta orang tua atau pendampingnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PEDIAQoL dapat digunakan untuk menilai kualitas hidup anak dengan kanker dan memberikan gambaran yang lebih spesifik mengenai kondisi yang mereka alami.

Salah satu temuan penting penelitian menunjukkan bahwa efek samping pengobatan kanker memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup anak. Semakin berat efek samping yang dialami, semakin besar pula dampaknya terhadap kualitas hidup pasien. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan biaya pengobatan dan mengurangi produktivitas keluarga karena orang tua atau anggota keluarga harus lebih banyak mendampingi pasien.

Penelitian ini juga melihat pilihan obat pendukung bagi anak dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL). Hasil analisis menunjukkan bahwa omeprazol lebih efisien dari sisi biaya dibandingkan ranitidin sebagai obat untuk membantu melindungi lambung selama pengobatan, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan terapi pendukung.

Lebih jauh, hasil penelitian Via diharapkan dapat menjadi masukan bagi rumah sakit dan pembuat kebijakan dalam merancang pelayanan kanker anak yang tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga memperhatikan kualitas hidup pasien dan kondisi keluarganya. PEDIAQoL juga berpotensi digunakan sebagai alat pemantauan kualitas hidup pasien secara lebih terstandar.

Penelitian ini sekaligus merekomendasikan penguatan penanganan nyeri dan kelelahan, dukungan psikologis bagi pasien, serta perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan anak selama menjalani pengobatan. Dukungan bagi keluarga pasien, khususnya keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, juga dinilai penting.

Dalam sidang promosi doktor tersebut, Via dibimbing oleh Prof. Budi Hidayat, S.K.M., MPPM., selaku promotor, serta Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, M.Sc., Sp.FK., dan Dr. Apt. Lusy Noviani, M.M. selaku ko-promotor. Tim penguji terdiri atas Dr. Pujiyanto, S.K.M., M.Kes. sebagai ketua, serta Dr. rer. medic. drg. Dwi Gayatri, M.P.H.; Dr. Apt. Santi Purna Sari, M.Si.; Prof. Didik Setiawan, M.Sc., Ph.D., Apt., dan Dr. dr. Mururul Aisyi, Sp.A(K) sebagai anggota.

Melalui penelitian ini, FKM UI terus mendorong lahirnya kajian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien serta keluarga.

Selamat kepada Dr. Via Dolorosa Halilintar atas pencapaian gelar doktornya. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas perawatan dan kehidupan anak-anak yang menjalani pengobatan kanker di Indonesia. (wrk)