Doktor FKM UI Integrasikan Budaya Keselamatan Kerja di Industri Migas

Depok, 5 Desember 2025 – Industri minyak dan gas (migas) dikenal sebagai sektor yang memiliki karakteristik “High Cost, High Risk, dan High Technology”. Hal tersebut yang kemudian menempatkan aspek pengelolaan risiko dan keselamatan menjadi persoalan yang krusial. Sebagai perusahaan energi kelas dunia, PT Pertamina (Persero) memiliki target kinerja dalam keselamatan yang Nihil Kecelakaan (Zero Incident) dan menanamkan Budaya Keselamatan pada level tertinggi, yaitu Level Generatif, di mana keselamatan menjadi nilai yang tertanam kuat dalam setiap aspek organisasi dan perilaku individu.

Timbul pertanyaan tentang cara mencapai tingkatan budaya keselamatan tertinggi tersebut secara sistematis dan terukur. Melalui sebuah penelitian disertasi oleh Indra Pehulisa Sembiring, terungkap formulasi paling optimal, yakni melalui integrasi sistem manajemen keselamatan atau yang dikenal sebagai SUPREME. Penelitian tersebut dipertahankan oleh Indra Pehulisa Sembiring dengan judul “Pengembangan Model Budaya Keselamatan yang Terintegrasi dengan SUPREME di Pertamina” melalui Sidang Promosi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat pada 5 Desember 2025 di Ruang Promosi Doktor, Gedung G, FKM UI.

SUPREME (Sustainability Pertamina Expectations for HSSE Management Excellence) adalah sistem manajemen HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) Pertamina. Sistem tersebut dirancang secara spesifik untuk kebutuhan operasi Pertamina dan terdiri dari 8 Proses, 45 Sub Proses, dan 190 Ekspektasi yang menggabungkan elemen Teknik, Sistem Manajemen Keselamatan, dan Perilaku. Adapun penelitian yang dilakukan oleh promovendus bertujuan untuk mengembangkan model integrasi yang memastikan penerapan SUPREME tidak hanya berdampak pada kinerja HSSE, tetapi juga berpengaruh pada pembentukan Budaya Keselamatan (Safety Culture) di Pertamina. Pengukuran perubahan budaya tersebut diwakili oleh pencapaian Tingkat Kematangan Budaya Keselamatan atau Safety Maturity Level.

Melalui analisis kuantitatif data audit SUPREME dan survei budaya keselamatan, penelitian oleh promovendus membuktikan bahwa implementasi seluruh proses SUPREME memiliki pengaruh yang signifikan secara bersamaan terhadap nilai Budaya Keselamatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan SUPREME secara menyeluruh dapat menjelaskan sebagian besar variasi dalam pembentukan budaya keselamatan organisasi. Kendati demikian, meskipun semua proses penting, hasil uji regresi menemukan bahwa hanya dua proses yang memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai Budaya Keselamatan, yaitu proses 2 (Kebijakan dan Sasaran) dan proses 5 (Perencanaan dan Prosedur), sehingga ditegaskan bahwa untuk membentuk budaya keselamatan yang kuat, organisasi harus memastikan bahwa kebijakan dan sasaran keselamatan dapat didefinisikan dengan jelas serta  didukung oleh perencanaan dan prosedur kerja yang terperinci dan terukur.

“Selamat kepada Dr. Indra atas gelar doktornya di FKM UI ini. Segala tanggung jawab dalam menjaga marwah gelar tetap perlu dipertahankan dengan memperhatikan segala nilai dan norma yang selama ini terbentuk dalam menjalankan studi di fakultas maupun universitas ini. Semoga model yang dikembangkan bisa bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” tutur Prof. Dr. dr. Zulkifli Djuniadi, M.App.Sc. dalam sambutan yang diberikan sebagai Promotor.

Pada akhir sidang, Ketua Sidang menyampaikan keputusan bahwa Indra Pehulisa Sembiring dinyatakan lulus dan berhasil memperoleh gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) sebagai lulusan S3 IKM tahun 2025 ke-28, lulusan S3 IKM ke-367, dan lulusan S3 di FKM UI ke-482.

Sidang dipimpin oleh Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D. Promotor dan Ko-promotor ialah Prof. Dr. dr. Zulkifli Djuniadi, M.App.Sc. dan Prof. Dr. Drs. Sutanto, M.Kes. Tim penguji dalam sidang yakni Drg. Baiduri Widanarko, M.K.K.K., Ph.D.; Assoc. Prof. Dr. Herlina J. EL-Maturi, S.T., M.Kes.; Dr. Ir. Patuan Alfons S., M.M., M.K.K.K.; serta Dr. Masjuli, BSc., S.K.M., M.K.K K. (ITM)