Intervensi Hidrasi Terbukti Lindungi Fungsi Ginjal Pekerja Konstruksi, Laksita Ri Hastiti Raih Gelar Doktor FKM UI

Depok, 7 Januari 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali melahirkan doktor di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat melalui sidang terbuka promosi doktor atas nama Laksita Ri Hastiti. Promovendus berhasil mempertahankan disertasinya yang mengkaji pengaruh intervensi hidrasi terhadap dampak tekanan panas dan risiko gangguan fungsi ginjal pada pekerja konstruksi, sebuah isu kesehatan kerja yang kian relevan di tengah tantangan perubahan iklim.

Disertasi berjudul “Analisis Pengaruh Intervensi Hidrasi pada Dampak Tekanan Panas dan Risiko Gangguan Fungsi Ginjal: Pilot Studi pada Pekerja Konstruksi di Proyek Pembangunan Gedung X Tangerang Selatan” menyoroti tingginya risiko gangguan ginjal pada pekerja konstruksi yang bekerja di bawah paparan panas ekstrem. Melalui desain pilot studi kuasi-eksperimental, penelitian ini menganalisis dampak berbagai pola intervensi hidrasi terhadap indikator tekanan panas dan biomarker fungsi ginjal, yakni Serum Kreatinin (SCr), Laju Filtrasi Glomerulus (LFG), dan Blood Urea Nitrogen (BUN).

Penelitian Laksita ini melibatkan 46 pekerja konstruksi yang dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok intervensi rehidrasi, kelompok intervensi prehidrasi dan rehidrasi, dan kelompok intervensi rehidrasi dengan elektrolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi hidrasi memberikan dampak positif dan konsisten dalam memperbaiki fungsi ginjal, yang ditandai dengan penurunan kadar SCr dan BUN serta peningkatan LFG secara signifikan. Dampak intervensi tercatat lebih kuat pada kelompok yang menerima prehidrasi dan rehidrasi serta rehidrasi dengan elektrolit.

Selain berdampak pada fungsi ginjal, intervensi hidrasi juga terbukti memengaruhi indikator tekanan panas fisiologis, khususnya perubahan tekanan darah sistolik dari pagi ke siang hari. Penelitian ini juga menemukan bahwa usia dan kebiasaan berolahraga memiliki hubungan signifikan dengan perubahan fungsi ginjal sebelum dan sesudah intervensi, menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pencegahan gangguan ginjal akibat kerja.

Dalam disertasinya, Laksita Ri Hastiti merekomendasikan perlunya pengembangan regulasi dan pedoman teknis intervensi hidrasi di sektor konstruksi, pemantauan rutin pajanan panas di tempat kerja, serta skrining fungsi ginjal bagi pekerja berusia lanjut. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi upaya pencegahan gangguan ginjal dan pengendalian tekanan panas yang berkelanjutan di sektor kerja berisiko tinggi.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., sebagai Ketua Sidang, Prof. Dr. Ir. Sjahrul Meizar Nasri, M.Sc. in Hyg, HIU selaku Ketua Dewan Penguji, Prof. Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D. sebagai Promotor, serta Mila Tejamaya, S.Si., MOHS., Ph.D. dan Dr. Laila Fitria, S.K.M., M.K.M. sebagai Ko-promotor. Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. dr. L. Meily Kurniawidjaja, M.Sc., Sp.Ok.; Dr. Iting Shofwati, S.T., M.K.K.K.; Dr. dr. Sudi Astono, M.S. (MKK), serta Dr. drg. Heny D. Mayawati, M.K.K.K. Melalui capaian ini, FKM UI kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan riset unggulan yang berkontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan dan praktik kesehatan kerja di Indonesia.

Berdasarkan hasil disertasinya tersebut, Laksita Ri Hastiti, yang juga merupan dosen di Departemen K3 FKM UI, berhasil memperoleh gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. Laksita Adalah lulusan S3 IKM tahun 2026 yang ke-2, lulusan S3 IKM yang ke-374, serta lulusan S3 di FKM UI secara keseluruhan yang ke-491. (wrk)