Kunjungan Pakar IMU Malaysia Mantapkan Persiapan Program Profesi Nutrisionis FKM UI

Depok, 26 Mei 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali memperkuat jejaring kolaborasi global melalui kunjungan Adjunct Professor dari International Medical University (IMU) Malaysia, Assoc. Prof. Geeta Appanah, dalam rangkaian program Adjunct Professor Visit yang berlangsung pada 25–29 Mei 2026 di FKM UI, Depok. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi tridharma perguruan tinggi antara FKM UI dan IMU University, khususnya di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Workshop Kolaborasi Tridharma FKM UI dan IMU University yang dihadiri oleh Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K.; Kepala Departemen Gizi FKM UI, Dr. Ir. Asih Setiarini, M.Sc.; Kepala Program Studi S1 Gizi FKM UI, dr. Fatimah S. Sigit, M.Res., Ph.D.; dosen; serta sivitas akademika Departemen Gizi FKM UI.

Dalam sambutannya, Prof. Indri menegaskan bahwa kunjungan akademik ini merupakan momentum penting untuk memperkuat internasionalisasi FKM UI. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, pengembangan kurikulum, dan riset bersama. “Kami berharap kolaborasi riset ini juga memacu luaran publikasi bersama guna mengejar target fakultas tahun ini, yaitu menerbitkan 100 artikel di jurnal Scopus Q1 dan 80 artikel di Scopus Q2,” ujar Prof. Indri.

​Selain riset, pertemuan ini juga menyoroti rencana strategis FKM UI untuk membuka Program Studi Profesi Nutrisionis,  “Tahun ini, Departemen Gizi akan membuka program profesi nutrisionis. Setelah proses persetujuan selesai, kami akan menyiapkan standar minimal akreditasi pendidikan tinggi dan kemudian membuka program tersebut,” jelas  Prof. Indri. Ia juga menekankan bahwa tenaga pengajar di Departemen Gizi saat ini telah memiliki kompetensi dan pengakuan sebagai nutrisionis sehingga siap mendukung program tersebut secara optimal.

Melengkapi pernyataan tersebut, Kepala Departemen Gizi FKM UI, Dr. Asih Setiarini, menambahkan bahwa pengembangan kurikulum profesi sangat membutuhkan masukan dari akademisi internasional. “Kehadiran Assoc. Prof. Geeta menjadi kesempatan berharga untuk memetakan arah pengembangan kurikulum profesi secara konkret agar kompetensi lulusan kita sesuai dengan standar global,” ungkap Dr. Asih.

Pada kesempatan yang sama, Assoc. Prof. Geeta Appanah memperkenalkan profil IMU University sebagai salah satu universitas swasta berbasis kesehatan terkemuka di Malaysia yang memiliki fokus pada pendidikan kesehatan multidisiplin, kolaborasi industri, dan penguatan jejaring internasional. Ia menjelaskan bahwa IMU University terus mengembangkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan global, termasuk melalui kerja sama internasional dan riset kolaboratif. Selain itu, ia juga menyoroti mengenai isu kesehatan yang terjadi di Asia Tenggara saat ini. 

Menurutnya, Indonesia dan Malaysia memiliki tantangan kesehatan yang serupa sehingga peluang kerja sama akademik dan penelitian antara kedua negara sangat terbuka. “Kita memiliki tantangan yang hampir sama dalam isu nutrisi dan kesehatan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia menjadi penting agar kita dapat belajar satu sama lain dan menghasilkan solusi yang lebih baik,” ujar Prod Geeta.

Selain membahas kurikulum profesi gizi dan sistem pendidikan nutrisionis di Malaysia, rangkaian kunjungan lima hari ke depan juga akan diisi dengan berbagai kegiatan produktif. Agenda tersebut meliputi workshop How to Write an Impactful Grant Proposal, Curriculum Review and Development untuk Prodi Profesi Nutrisionis, workshop persiapan pembukaan Kelas Khusus Internasional (KKI) S1 Gizi, serta kuliah tamu bagi mahasiswa FKM UI.

​Program Adjunct Professor Visit ini menjadi bukti nyata komitmen FKM UI dalam memperluas jejaring global demi menjawab tantangan kesehatan masyarakat secara kolaboratif dan berkelanjutan. (EAR)