Program Studi Gizi FKM UI Selenggarakan UI Short Course 2025/2026 bagi Mahasiswa Asing untuk Perkuat Kolaborasi Internasional di Bidang Gizi

Depok, 10 Juni 2026 – Program Studi Sarjana Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyelenggarakan UI Short Course Program for International Students 2025/2026 bertajuk “Positive Deviance Approach in Nutrition and The Fundamental of Public Health Nutrition”. Program ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi Universitas Indonesia yang bertujuan memperluas pengalaman akademik lintas negara sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi mitra internasional. 

Melalui program ini, mahasiswa internasional memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai isu gizi kesehatan masyarakat di Indonesia, mulai dari beban gizi ganda, strategi pencegahan dan penanggulangannya, serta pendekatan inovatif dalam pemecahan masalah gizi berbasis masyarakat. Kegiatan pembelajaran berbasis credits earning ini dirancang dalam format pembelajaran daring pada 11, 18, 25 April dan 2 Mei untuk mata kuliah Fundamental of Public Health Nutrition (Dasar Gizi Kesehatan Masyarakat) sebesar 2 SKS serta pembelajaran luring selama satu minggu di FKM UI pada 1–7 Juni 2026 untuk mata kuliah Pendekatan Positive Deviance in Nutrition yang juga berbobot 2 SKS. Dengan demikian, program ini memberikan pengalaman belajar yang setara dengan total empat satuan kredit semester (SKS) melalui dua mata kuliah, yaitu Dasar Gizi Kesehatan Masyarakat dan Pendekatan Positive Deviance dalam Bidang Gizi.

Mata kuliah Dasar Gizi Kesehatan Masyarakat membahas berbagai persoalan gizi yang menjadi tantangan kesehatan masyarakat, seperti anemia, kekurangan vitamin A, kurang energi protein, gangguan akibat kekurangan iodium, hingga obesitas. Sementara itu, mata kuliah Pendekatan Positive Deviance dalam Bidang Gizi membekali peserta dengan kemampuan merancang solusi terhadap masalah gizi dan kesehatan melalui pendekatan positive deviance, yang mencakup tahapan define, determine, discover, dan design. Pembelajaran dilaksanakan melalui kuliah umum, diskusi interaktif, case-based discussion, role play, self-directed learning, serta ujian akhir.

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pendukung yang memberikan pengalaman langsung mengenai praktik gizi masyarakat di Indonesia. Kegiatan tersebut meliputi kunjungan lapangan ke Posyandu Siklus Hidup  untuk mempelajari upaya pencegahan masalah gizi berbasis masyarakat, kuliah tamu mengenai nutripreneurship di bidang gizi, pengenalan makanan tradisional Indonesia, serta kunjungan budaya ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Peserta juga berkesempatan berinteraksi dengan mahasiswa FKM UI serta melakukan Campus Tour untuk melihat fasilitas pembelajaran yang dimiliki Universitas Indonesia dan FKM secara khusus.

Program ini diikuti oleh peserta dengan latar belakang yang beragam, terdiri atas satu mahasiswa warga negara Yaman yang sedang menempuh program magister dari Universiti Putra Malaysia, empat mahasiswa sarjana dari Universidade da Paz (UNPAZ) Timor Leste, dua mahasiswa magister Universitas Indonesia asal Mesir, satu mahasiswa magister Universitas Indonesia asal Malawi, satu mahasiswa doktoral Universitas Indonesia asal Timor-Leste, serta sejumlah mahasiswa sarjana Universitas Indonesia baik dari Fakultas Kedokteran maupun Fakultas Ilmu Keperawatan yang berkewarganegaraan Indonesia. Keberagaman asal peserta ini mencerminkan semangat internasionalisasi dan pertukaran pengetahuan lintas budaya yang menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan program. Melalui kegiatan ini, FKM UI berharap dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap tantangan gizi global dan praktik kesehatan masyarakat di Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi lanjutan berupa guest lecture, riset bersama, maupun program akademik internasional lainnya. 

Lebih dari sekadar program akademik, UI Short Course Program juga menjadi wujud kontribusi FKM UI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). “Dengan menggabungkan pembelajaran akademik, pengalaman lapangan, serta pertukaran budaya, program ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki perspektif global, kompetensi lintas budaya, dan komitmen terhadap pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan sebagai hasil dari pertukaran gagasan, praktik baik dan tantangan di negara masing-masing”, pungkas Nurul Dina, S.Gz., M.Sc., Dosen Departemen Gizi FKM UI yang merupakan penanggung jawab UI Short Course Program 2025/2026. (wrk)