ARUTALA FKM UI Buktikan Sampah Bernilai, Warga Tukarkan Limbah Menjadi Bahan Pangan

Depok, 2 Juli 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menutup rangkaian program ARUTALA (Aksi Daur Ulang dan Nutrisi Lokal Berkelanjutan) melalui kegiatan Grand Closing yang diselenggarakan pada Selasa, 30 Juni 2026 di SDN Keagungan, Kelurahan Keagungan, Jakarta Barat. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi mahasiswa lintas sektor di bawah naungan FKM UI sekaligus simbol penyerahan dampak dan keberlanjutan program kepada masyarakat di wilayah intervensi.

ARUTALA merupakan gerakan inovatif kesehatan masyarakat yang digagas oleh mahasiswa sarjana FKM UI dengan berfokus pada pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan di RW 09 Kelurahan Keagungan. Melalui program ini, masyarakat diedukasi untuk memilah sampah anorganik yang kemudian dikonversi menjadi nilai ekonomi berupa pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Sebagai bagian dari rangkaian penutupan program, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi memasak bergizi oleh mahasiswa Asosiasi Keluarga Gizi (AKG) FKM UI, booth edukasi, serta pemberian apresiasi kepada warga yang aktif berpartisipasi selama pelaksanaan program.

Manajer Akademik, Internasionalisasi, dan Alumni FKM UI, Dr. Laila Fitria, S.K.M., M.K.M., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah merancang dan melaksanakan ARUTALA sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan ini mencerminkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung kesehatan masyarakat,” ujarnya Dr. Laila. Ia berharap nilai-nilai yang telah dibangun selama pelaksanaan program tidak berhenti pada kegiatan penutupan semata, tetapi dapat terus menjadi inspirasi bagi masyarakat maupun mahasiswa dalam menghadirkan perubahan nyata melalui aksi-aksi sederhana yang memberikan dampak besar bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Lebih lanjut Lurah Keagungan, Sahat, turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa FKM UI yang telah mendampingi masyarakat selama kurang lebih empat bulan. Menurutnya, program tersebut memberikan nilai tambah terhadap berbagai upaya pengelolaan sampah yang telah berjalan di wilayah Kelurahan Keagungan. “Harapan kami, masyarakat tetap memilah sampah dari sumbernya. Amanat Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 mengarahkan bahwa mulai 1 Agustus sampah selain residu dan limbah B3 akan diolah di wilayah masing-masing. Karena itu, kami juga terus mengembangkan konsep ekonomi sirkular, yaitu bagaimana sampah dapat diolah menjadi kompos, pupuk, dan memiliki nilai ekonomi sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Sahat.

Ketua Proyek Sosial ARUTALA, Khairunnisa Masthura, S1 Kesehatan Masyarakat 2025 menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada pengurangan timbulan sampah, tetapi juga membangun perubahan perilaku masyarakat agar mampu melihat sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai manfaat. “Kami berharap acara hari ini bukan menjadi perpisahan, tetapi menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk terus mengolah limbah dari sumbernya. Mulai 1 Agustus nanti, sampah tidak lagi sepenuhnya dikirim ke Bantar Gebang sehingga masyarakat perlu membiasakan diri melakukan pengelolaan sejak dari rumah. Harapannya, sampah yang dihasilkan dapat menjadi nilai ekonomi maupun manfaat bagi keluarga,” ujar Khairunnisa

Selama kurang lebih empat bulan pelaksanaan program, masyarakat memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Program ini turut mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan lagi akhir dari sebuah konsumsi, melainkan awal dari upaya membangun ketahanan pangan keluarga. Sebutir telur atau sekantong bahan pangan yang dibawa pulang menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan dapur mereka.

Sebagai rangkaian penutup program, kegiatan Grand Closing juga diisi dengan demonstrasi memasak menu bergizi oleh mahasiswa Gizi FKM UI menggunakan bahan pangan yang dapat diperoleh melalui mekanisme penukaran sampah serta mengedukasi peserta mengenai manfaat dari bahan pangan yang dimasak. Selain itu, tim ARUTALA memberikan apresiasi kepada warga yang paling aktif berpartisipasi dalam kegiatan pemilahan dan penyetoran sampah selama program berlangsung sebagai bentuk penghargaan atas komitmen mereka dalam mendukung pengelolaan lingkungan

Melalui kolaborasi antara FKM UI, Pemerintah Kelurahan Keagungan, mitra, dan masyarakat, ARUTALA menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Semangat kolaborasi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut sehingga kebiasaan memilah sampah dari sumbernya dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (EAR)