Depok, 16 Juli 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali menyelenggarakan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) GRISETA sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kesehatan sivitas akademika melalui upaya promotif dan preventif. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Promosi Doktor FKM UI ini terselenggara atas kerja sama dengan Etana, RS Mitra Keluarga, dan Yakult. Posbindu kali ini menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan (mini medical check-up) dan vaksin hepatitis A gratis, serta HealthTalk yang mengangkat isu pencegahan penyakit tidak menular (PTM).
Kegiatan dibuka oleh Dosen Departemen Gizi FKM UI, Nurul Dina R., S.Gz., M.Sc., yang menyampaikan apresiasi kepada Etana dan Yakult atas kolaborasi yang terjalin dalam penyelenggaraan Posbindu GRISETA. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan dan mitra industri memiliki peran penting dalam memperkuat upaya pencegahan PTM di lingkungan kampus.
“Kami mengapresiasi dukungan Etana dan Yakult dalam penyelenggaraan Posbindu GRISETA. Kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong perilaku hidup sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular bagi seluruh warga FKM UI,” ujar Nurul Dina.
Sesi edukasi kesehatan menghadirkan dua narasumber dengan topik yang saling melengkapi. dr. Alfira Novianti Belasari menyampaikan materi bertajuk “Vaksinasi: Cara Terbaik Mencegah Hepatitis A”, yang mengulas pentingnya imunisasi sebagai langkah efektif dalam mencegah penularan penyakit Hepatitis A, khususnya di lingkungan dengan aktivitas dan interaksi yang tinggi.
Dalam sesi HealthTalk, dr. Alfira Novianti Belasari menjelaskan bahwa hepatitis merupakan peradangan pada hati yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus, dengan Hepatitis A sebagai salah satu jenis yang paling sering menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang tinggal atau beraktivitas di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik. Gejala yang muncul antara lain demam, mual, nyeri perut, kulit dan mata menguning, meskipun sebagian penderita juga dapat tidak menunjukkan gejala. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus Hepatitis A masih ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia sehingga kewaspadaan dan upaya pencegahan perlu terus ditingkatkan.
Lebih lanjut, dr. Alfira menekankan bahwa pencegahan Hepatitis A dapat dilakukan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis, menjaga sanitasi lingkungan, serta mendapatkan vaksinasi Hepatitis A. Vaksinasi merupakan langkah perlindungan yang efektif untuk membentuk kekebalan tubuh, mengurangi risiko penularan, serta mencegah komplikasi penyakit, sehingga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan individu maupun masyarakat.
Sementara itu, Maya Ligina Amalia membawakan materi “Peran Probiotik bagi Kesehatan Saluran Cerna”. Dalam pemaparannya, peserta memperoleh pemahaman mengenai manfaat probiotik dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, serta mendukung daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan mini medical check-up (MCU) yang diperuntukkan bagi warga FKM UI sebagai upaya deteksi dini faktor risiko PTM. Selain itu, peserta juga memperoleh layanan vaksinasi Hepatitis A yang terbuka bagi seluruh peserta kegiatan.
Melalui penyelenggaraan Posbindu GRISETA, FKM UI terus mendorong terciptanya lingkungan kampus yang sehat melalui deteksi dini, edukasi, dan pencegahan penyakit. Kolaborasi bersama Etana, RS Mitra Keluarga, dan Yakult diharapkan dapat memperluas dampak promosi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran sivitas akademika akan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh sebagai investasi jangka panjang. (wrk)

