Perubahan Perilaku Jadi Kunci Indonesia Sehat, Dies Natalis ke-61 FKM UI Soroti Pentingnya Promosi Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045

Depok, 29 Juli 2026 – Tantangan kesehatan masyarakat Indonesia tidak lagi hanya berkaitan dengan penyakit, tetapi juga perubahan gaya hidup, kondisi sosial, hingga lingkungan yang semakin kompleks. Karena itu, transformasi perilaku masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam Puncak Perayaan Dies Natalis ke-61 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) yang mengusung tema “Sehat Utuh, Masyarakat Tangguh”. Perayaan ini menjadi momentum bagi FKM UI untuk menegaskan kembali perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen menghasilkan inovasi, riset, serta sumber daya manusia kesehatan masyarakat yang mampu menjawab tantangan kesehatan nasional dan global.

Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., mengatakan bahwa tema Dies Natalis tahun ini menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penyakit, tetapi merupakan kondisi kesejahteraan yang utuh, meliputi aspek fisik, mental, sosial, dan lingkungan.

“Tema ini menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah wujud kesejahteraan yang menyeluruh. Kesehatan yang utuh inilah yang menjadi fondasi utama dalam membina masyarakat yang tangguh, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Prof. Indri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., menegaskan bahwa FKM UI memiliki posisi strategis dalam menghasilkan riset, inovasi, serta lulusan yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.

Puncak perayaan menghadirkan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D., Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, sebagai pembicara kunci. Prof. Dante menekankan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat lagi hanya bertumpu pada layanan kuratif. Menurutnya, keberhasilan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sangat ditentukan oleh keberhasilan membangun budaya hidup sehat melalui edukasi, promosi kesehatan, dan upaya pencegahan penyakit.

“Jika kita ingin menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat, kita membutuhkan peran dan policy brief dari para sarjana kesehatan masyarakat. Yang paling penting bukan hanya layanan kesehatan, tetapi bagaimana edukasi, promosi, dan preventif dapat benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tegas Prof. Dante.

Ia juga menyoroti semakin pentingnya kontribusi lulusan kesehatan masyarakat dalam menghasilkan kebijakan berbasis bukti yang mampu menjawab tantangan perubahan pola penyakit, meningkatnya penyakit tidak menular, hingga dampak perubahan lingkungan terhadap kesehatan masyarakat.

Perspektif tersebut diperkaya melalui sesi inspiratif bersama praktisi kebugaran nasional Ade Rai, yang mengajak peserta melihat kesehatan sebagai hasil dari keputusan yang diambil setiap hari.

Dalam paparannya bertajuk “10 Proposal Perilaku Sehat Masyarakat (GERMAS)”, Ade Rai memperkenalkan konsep S-C-V (Set Point, Condition of Living, dan Voluntary Choices). Menurutnya, meskipun faktor genetik dan kondisi lingkungan memiliki pengaruh terhadap kesehatan, perubahan terbesar justru berasal dari pilihan hidup yang dilakukan secara sadar dan konsisten.

“Tiada kata terlambat. Yang terpenting adalah mengambil tindakan hari ini menuju hidup yang lebih sehat,” ungkap Ade Rai.

Melalui sepuluh proposal tersebut, Ade Rai mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat melalui pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, konsumsi makanan alami dan tinggi protein, pengelolaan stres, latihan pernapasan, evaluasi diri secara berkala, serta memperkuat literasi kesehatan. Ia juga menekankan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, sehingga masyarakat perlu membangun kesadaran untuk bertanggung jawab atas kesehatan dirinya sendiri.

Selain dialog kesehatan, rangkaian Dies Natalis ke-61 FKM UI juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang memperkuat semangat kebersamaan sivitas akademika, mulai dari kompetisi olahraga, berbagai macam perlombaan, pemberian penghargaan bagi mitra strategis, sivitas akademika dan warga FKM UI, hingga penampilan seni dari sivitas.

Komitmen FKM UI dalam membangun budaya hidup sehat juga akan berlanjut melalui penyelenggaraan Fun Run – Run for All pada 27 September 2026. Mengusung konsep inklusif dan ramah disabilitas, kegiatan ini dirancang agar dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong gaya hidup aktif sekaligus memperluas akses terhadap kesehatan bagi semua.

Memasuki usia ke-61, FKM UI terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan masyarakat yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak perubahan perilaku sehat melalui penguatan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengembangan kebijakan berbasis bukti, serta kolaborasi lintas sektor. Melalui semangat “Sehat Utuh, Masyarakat Tangguh,” FKM UI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, tangguh, dan berdaya menuju Indonesia Emas 2045. (SHF)