Dari Akademisi hingga Wamenkes RI, PSAF Pascasarjana FKM UI Perkuat Kesiapan Mahasiswa Hadapi Tantangan Kesehatan Masa Depan

Depok, 13–14 Agustus 2026 — Memasuki perjalanan baru di pendidikan pascasarjana, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tidak hanya dituntut untuk memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga dipersiapkan untuk membaca persoalan dan menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan kesehatan di masyarakat maupun fasilitas pelayanan kesehatan. 

Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF) Pascasarjana FKM UI 2026 yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan perspektif dari berbagai pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, komunitas, hingga mitra profesional, sekaligus menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal sistem akademik, lingkungan, program studi, serta berbagai layanan dan kesempatan pengembangan diri di FKM UI.

Pada hari pertama, 13 Agustus 2026, kegiatan dibuka oleh Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., yang didampingi oleh Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKM UI, serta Mila Tejamaya, S.Si., MOHS., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKM UI, bersama para ketua program studi dan jajaran manajer di lingkungan FKM UI.

Melalui sambutannya, Prof. Indri mendorong mahasiswa baru Pascasarjana FKM UI untuk menjadikan proses pendidikan sebagai bekal dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan.

“Harapannya, para mahasiswa baru Pascasarjana FKM UI dapat menjadi problem solver bagi berbagai permasalahan yang ada, baik di rumah sakit maupun di masyarakat,” ujar Prof. Indri.

Memasuki hari kedua, 14 Agustus 2026, PSAF menghadirkan perspektif yang lebih luas melalui kehadiran Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D., serta narasumber dari akademisi dan komunitas. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai tantangan pembangunan kesehatan sekaligus ruang kontribusi yang dapat diambil oleh lulusan kesehatan masyarakat.

“Jadikan proses belajar di FKM UI lebih bermakna karena Indonesia membutuhkan modal sosial yang kuat untuk memastikan berbagai program kesehatan benar-benar tumbuh bersama masyarakat. Kementerian Kesehatan siap untuk terus berkolaborasi dengan FKM UI dan para lulusannya,” ujar Prof. Dante.

Bagi mahasiswa pascasarjana, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa proses pendidikan memiliki kaitan erat dengan kebutuhan nyata pembangunan kesehatan. Pengetahuan yang diperoleh di ruang akademik perlu diterjemahkan menjadi kemampuan untuk membaca persoalan, membangun kolaborasi, serta menghasilkan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Hal serupa disampaikan Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D., yang menekankan bahwa lulusan kesehatan masyarakat harus mampu berkomunikasi dan berdiplomasi agar kebijakan kesehatan dapat berjalan efektif.

“Lulusan harus bisa membaca karakteristik masyarakat agar kebijakan bisa diterima dan diimplementasikan dengan baik,” jelasnya.

Dari sisi komunitas, Ferry Suratno, General Manager Network Development Human Initiative, menyoroti pentingnya well-being dan bagaimana kemampuan yang dimiliki setiap individu dapat diarahkan untuk memberikan dampak bagi masyarakat.

“Setiap individu punya sumber daya untuk memberi dampak. Itu yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan hidup masyarakat,” ujarnya.

Berbagai perspektif tersebut melengkapi pembekalan mahasiswa yang mencakup riset, publikasi ilmiah, pemanfaatan AI, kolaborasi masyarakat, pengembangan jejaring, hingga student well-being. PSAF juga menghadirkan booth mitra dan perusahaan. Beragam informasi mengenai peluang pengembangan diri, jejaring profesional, serta jenjang karier diberikan untuk membantu mahasiswa memperoleh gambaran mengenai dunia kerja dan kesempatan yang dapat dikembangkan selama maupun setelah menyelesaikan pendidikan.

Dengan mempertemukan perspektif pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia profesional, PSAF Pascasarjana FKM UI 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan ekosistem FKM UI sekaligus membangun cara pandang mahasiswa terhadap peran yang dapat mereka ambil dalam menjawab persoalan kesehatan.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru Pascasarjana FKM UI diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai lulusan dengan kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga sebagai insan kesehatan masyarakat yang mampu membaca kebutuhan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat maupun sistem pelayanan kesehatan. Sebagaimana pesan yang disampaikan sejak awal, pendidikan pada akhirnya bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan dan gelar, tetapi tentang bagaimana proses belajar dapat menghasilkan kontribusi yang bermakna bagi pembangunan kesehatan Indonesia. (SHF)