FKM UI Jadikan Idulfitri Momentum Penguatan Integritas dan Refleksi Diri

Depok, 30 Maret 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah pada Senin, 30 Maret 2026 dengan mengusung tema “Idulfitri: Momentum Memperbaiki Diri dan Meneguhkan Integritas.” Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh keluarga besar FKM UI, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, purnabakti, hingga staf keamanan dan kebersihan.

Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan ini menjadi momen silaturahmi sekaligus refleksi pasca-Ramadan. Hadir memberikan sambutan, Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D., yang menekankan pentingnya menjadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk memperkuat integritas.

Dalam sambutannya, Prof. Indri menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momentum untuk kembali pada fitrah sekaligus memperbaiki kualitas diri setelah Ramadan. Ia menegaskan bahwa nilai integritas—yang mencakup kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab—harus terus dijaga, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam perilaku profesional sehari-hari. Selain itu, ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk memperkuat kolaborasi dan menjaga kebersamaan sebagai kunci menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.

Kegiatan halalbihalal ini turut diisi dengan tausiyah oleh Dr. H. Aang Ridwan, M.Ag., Ketua Laboratorium Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam ceramahnya, Dr. Aang mengajak seluruh hadirin untuk melakukan refleksi mendalam terhadap aspek-aspek kehidupan yang kerap luput dari kesadaran.

Ia menuturkan, “Yang sering menghancurkan kita di hadapan Allah adalah karena kita tidak sadar waktu. Padahal Allah bersumpah demi waktu dalam berbagai surat di dalam Al Qur’an, menunjukkan betapa berharganya waktu dalam kehidupan manusia.”

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kesadaran akan umur. “Jangan sampai usia kita bertambah, tetapi justru semakin jauh dari kebaikan. Ada peringatan bagi mereka yang semakin tua namun tetap abai terhadap perintah Allah,” ujarnya.

Selain itu, kesadaran akan amal juga menjadi poin penting dalam tausiyah. Menurutnya, setiap individu perlu senantiasa berbuat baik sebagai bekal kehidupan di hadapan Allah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ibadah sebagai salah satu kunci kebijaksanaan (key of wisdom) dalam menjalani kehidupan.

“Jika ingin menghapus dosa dan menjadi pribadi yang lebih baik, maka jagalah ibadah kita—baik dari sisi kuantitas, kualitas, maupun kontinuitasnya,” tambahnya.

Melalui tausiyah tersebut, disampaikan bahwa momentum Idulfitri menjadi pengingat bagi setiap individu untuk senantiasa menyadari tiga hal utama, yaitu waktu, umur, dan amal, sebagai bekal dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Kegiatan Halalbihalal ini diharapkan tidak hanya mempererat tali silaturahmi di lingkungan FKM UI, tetapi juga menjadi penguat komitmen seluruh sivitas akademika untuk terus menjunjung tinggi integritas serta nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (wrk)