FKM UI Selenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor, Angkat Strategi Efisiensi Pembiayaan Penyakit Ginjal Kronik dalam Sistem JKN

Depok, 29 November 2025 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat pada 29 November 2025. Sidang ini mengukuhkan Duma sebagai Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Potensi Reduksi Biaya Pasien Penyakit Ginjal Kronik Peserta BPJS Kesehatan Melalui Diagnosis Dini dan Pengobatan Segera”.

Disertasi ini mengangkat isu strategis terkait keberlanjutan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya beban biaya penyakit ginjal kronik (PGK) yang termasuk dalam kelompok penyakit katastropik dengan kontribusi klaim sangat tinggi. Dalam paparannya, promovendus menjelaskan bahwa lonjakan pembiayaan PGK—terutama pada stadium lanjut yang membutuhkan terapi hemodialisis—menjadi salah satu faktor utama meningkatnya rasio klaim BPJS Kesehatan yang melampaui 100 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui analisis berbasis data besar BPJS Kesehatan tahun 2023–2024, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi diagnosis dini menggunakan pemeriksaan Cystatin C, yang dikombinasikan dengan pengobatan segera melalui terapi farmakologis seperti Sodium-Glucose Cotransporter-2 inhibitor (SGLT2i) dan Renin-Angiotensin System inhibitor (RASi), berpotensi signifikan dalam menekan progresi PGK menuju stadium akhir. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pendekatan preventif ini tidak hanya menurunkan jumlah pasien yang memerlukan hemodialisis, tetapi juga menghasilkan efisiensi pembiayaan yang jauh lebih besar dibandingkan biaya penatalaksanaan PGK stadium lanjut.

Secara lebih rinci, temuan penelitian memperlihatkan bahwa biaya skrining dan intervensi dini relatif jauh lebih rendah dibandingkan biaya hemodialisis tahunan per pasien. Dengan penerapan skrining terarah pada kelompok usia 60 tahun ke atas—baik dengan maupun tanpa komorbid diabetes melitus dan hipertensi—potensi penghematan biaya yang dapat dicapai mencapai triliunan rupiah per tahun. Hal ini menegaskan bahwa strategi promotif dan preventif berbasis bukti ilmiah merupakan kunci penting dalam menjaga keberlanjutan finansial sistem JKN.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. dr. Amal Chalik Sjaaf, SKM, Dr.PH. selaku Ketua Tim Penguji dengan Promotor Prof. dr. Ascobat Gani, M.P.H., Dr.PH., dengan didampingi Ko-promotor Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK., dan dr. Yassir, SpPD-KGH. Dewan penguji yang hadir terdiri atas dr. Soewarta Kosen, M.P.H., Dr.PH.; Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS., serta Dr. dr. Gea Pandhita, Sp.N., M.Kes.

Berdasarkan hasil disertasinya tersebut, Duma berhasil dinyatakan lulus dan menyandang gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. Duma adalah lulusan S3 IKM tahun 2025 yang ke-27, lulusan S3 IKM secara keseluruhan yang ke-366 dan lulusan S3 di FKM UI yang ke-481. (wrk)