FKM UI Selenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor, Kembangkan Skrining Kelainan Refraksi Anak Berbasis AI

Depok, 17 November 2025 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat atas nama Muhammad Syauqie pada Rabu, 17 Desember 2025 di Ruang Promosi Doktor FKM UI. Dalam sidang tersebut, promovendus berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Algoritma Deep Learning Berbasis Pola Refleks Merah Fundus Mata untuk Skrining Kelainan Refraksi pada Anak”, sebuah riset yang menawarkan terobosan strategis dalam deteksi dini gangguan penglihatan anak.

Disertasi ini berangkat dari permasalahan kesehatan masyarakat global, yakni tingginya beban kelainan refraksi yang tidak terkoreksi sebagai penyebab utama gangguan penglihatan pada anak. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan, produktivitas, dan kualitas hidup di masa depan. Melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan prinsip kesehatan masyarakat, teknologi kecerdasan buatan, dan pemanfaatan perangkat digital, penelitian ini menghadirkan solusi skrining yang lebih mudah diakses, efisien, dan berpotensi diterapkan secara luas di tingkat komunitas.

Dalam penelitiannya, Muhammad Syauqie mengembangkan model algoritma deep learning berbasis Convolutional Neural Network (CNN) yang menganalisis pola refleks merah fundus mata yang diambil menggunakan kamera smartphone. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan kelainan refraksi pada anak, seperti miopia dan hipermetropia signifikan, tanpa ketergantungan pada pemeriksa spesialis mata. Hasil pengujian menunjukkan kinerja model yang sangat baik, dengan tingkat akurasi mencapai lebih dari 90 persen, serta reliabilitas yang tinggi antara hasil pemeriksaan oleh tenaga non-spesialis, seperti guru, dengan pemeriksa profesional.

Lebih lanjut, uji coba lapangan yang dilakukan di sejumlah sekolah dasar menunjukkan bahwa model ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang menjanjikan, khususnya dalam mendeteksi miopia signifikan pada anak usia sekolah. Selain itu, penelitian ini juga menilai aspek akseptabilitas dan feasibilitas penggunaan teknologi tersebut di lingkungan sekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa instrumen skrining berbasis AI ini dapat diterima dengan baik oleh pengguna non-spesialis dan dinilai layak untuk diimplementasikan sebagai bagian dari program skrining kesehatan anak.

Kontribusi utama disertasi ini tidak hanya terletak pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada implikasi kebijakan dan sistem kesehatan. Model skrining berbasis AI ini berpotensi mendukung program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan pelayanan kesehatan primer, terutama di daerah dengan keterbatasan akses tenaga kesehatan mata. Dengan melibatkan sektor pendidikan, puskesmas, dan pemerintah daerah, inovasi ini dapat memperluas cakupan deteksi dini kelainan refraksi dan mempercepat rujukan serta penanganan yang tepat.

Sidang terbuka ini dipimpin oleh Prof. Dr. drs. Tris Eryando, M.A., selaku Ketua Dewan Penguji, dengan Prof. Dr. Drs. Sutanto Priyo Hastono, M.Kes., sebagai Promotor, serta Prof. dr. Kemal N. Siregar, S.K.M., M.A., Ph.D., dan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M.(K) sebagai Ko-Promotor. Tim penguji juga terdiri dari Prasandhya Astagiri Yusuf, S.Si, M.T., Ph.D.; Dr. Eva Susanti, S.Kp., M.Kes.; Dr. dr. Lutfah Rif’ati, Sp.M(K); serta Dr. Joss Riono, M.Sc., M.P.H., Ph.D., Amd.RO, CMC.

 

Berdasarkan hasil disertasinya tersebut, Muhammad Syauqie berhasil dinyatakan lulus dan menyandang gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. Muhammad Syauqie adalah lulusan S3 IKM tahun 2025 yang ke-29, lulusan S3 IKM secara keseluruhan yang ke-368 dan lulusan S3 di FKM UI yang ke-483.

 

Keberhasilan promosi doktor ini mencerminkan komitmen FKM UI dalam mendorong riset yang responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat, khususnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan. Melalui lulusan doktor yang menghasilkan inovasi berdampak, FKM UI terus memperkuat posisinya sebagai institusi akademik rujukan dalam pengembangan solusi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (wrk)