Depok, 12 Maret 2026 – Rangkaian Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) 2026 memasuki babak seleksi final. Lima kandidat terbaik diuji untuk menunjukkan ketajaman berpikir kritis serta kemampuan komunikasi melalui sesi impromptu speech dan writing test yang diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Aula G FKM UI. Pada tahap ini, para peserta diminta menanggapi berbagai isu yang berkaitan dengan dinamika Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Kelima kandidat yang berkompetisi pada tahap final tersebut adalah Bryan Akthur Alexander (S-1 Kesehatan Masyarakat 2024), Naufal Akram (S-1 Kesehatan Lingkungan 2023), Ayesha Daanii Nayyara (S-1 Kesehatan Masyarakat 2023), Muhammad Najmi Faza (S-1 Kesehatan Masyarakat 2023), dan Amira Puji Hastuti (S-1 Gizi 2023).
Pada sesi impromptu speech, para kandidat diminta menyampaikan pandangan serta solusi secara spontan terhadap berbagai isu strategis di Indonesia. Sesi ini dipandu oleh dewan juri yang terdiri atas dr. Yoslien Sopamena, M.K.M. (Dosen Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku), Rizka Maulida, S.K.M., M.HSc., Ph.D. (Dosen Departemen Epidemiologi), serta Kurnia Sari, S.K.M., M.S.E. (Dosen Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan).
Para kandidat secara bergiliran dan acak menyampaikan gagasan mereka terhadap topik yang diperoleh. Setiap kandidat juga menjalani sesi oponen serta diskusi bersama dewan juri yang memberikan pertanyaan, masukan, dan pendalaman terhadap gagasan yang dipaparkan. Adapun topik yang diangkat dalam sesi impromptu speech meliputi:
- Bryan Akthur Alexander – Demographic Bonus: “Indonesia’s demographic bonus is almost over, the peak is less than four years away. What must Indonesia do now to avoid becoming a nation that grew old before it grew rich?” (SDG 8: Decent Work & Economic Growth).
- Naufal Akram – Climate Change: “How climate change affects the well-being of Indonesians?” (SDG 13: Climate Action).
- Ayesha Daanii Nayyara – Blue Economy: “Blue economy is a sustainable approach to use ocean resources. How can Indonesia have the most benefit from the blue economy?” (SDG 14: Life Below Water).
- Muhammad Najmi Faza – Sustainable Transportation: “Indonesian cities are often plagued by traffic congestion and poor air quality due to reliance on private vehicles. How can Indonesia build sustainable and safe transportation systems to improve air quality and promote active living?” (SDG 11: Sustainable Cities & Communities).
- Amira Puji Hastuti – Artificial Intelligence: “How to incorporate AI to improve the quality of education in Indonesia?” (SDG 4: Quality Education).
Setelah melalui sesi impromptu speech, para kandidat melanjutkan tahap seleksi melalui writing test untuk menguji kedalaman analisis tertulis terhadap isu kesehatan masyarakat terkini. Kombinasi kemampuan literasi, analisis kritis, serta kemampuan orasi menjadi indikator penting dalam menentukan Finalis Pilmapres FKM UI 2026.
Tahap seleksi ini menjadi bagian penting dalam menjaring mahasiswa terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan gagasan solutif bagi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Selamat dan semoga sukses bagi seluruh kandidat yang telah berpartisipasi dalam ajang Pilmapres FKM UI 2026. (ITM)

