Depok, 16 Mei 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyelenggarakan Virtual Open House Program Pascasarjana FKM UI secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 16/5. Kegiatan ini menjadi ruang pengenalan bagi calon mahasiswa untuk memperoleh informasi mengenai program pascasarjana FKM UI, mulai dari arah pembelajaran, peminatan, persyaratan pendaftaran, hingga peluang beasiswa yang dapat mendukung studi lanjut.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan keynote speech bertema Public Health 5.0 yang disampaikan oleh Prof. dr. Kemal N. Siregar, S.K.M., M.A., Ph.D., Guru Besar FKM UI. Prof. Kemal menekankan bahwa perkembangan teknologi, data, dan kecerdasan buatan perlu dimaknai sebagai sarana untuk memperkuat keberpihakan pada masyarakat. “Teknologi 5.0 hanyalah alat. Strategic policy yang anda susun nanti adalah jawaban atas doa-doa mereka yang mendambakan keadilan kesehatan,” ujar Prof. Kemal.

Pada sesi pemaparan dari tiga program studi pascasarjana FKM UI, informasi mengenai Program Studi Magister Kajian Administrasi Rumah Sakit disampaikan oleh Sekretaris Prodi S2 KARS, Helen Andriani, S.Si., Apt., M.Sc., Ph.D. Sementara itu, Popy Yuniar, S.K.M., M.M., Ph.D., Ketua Prodi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, memaparkan informasi terkait Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan Dr. Martya Rahmaniati Makful, S.Si., M.Si., Sekretaris Prodi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat, menyampaikan penjelasan mengenai Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai karakteristik masing-masing program studi, kurikulum, konsentrasi atau peminatan, serta persyaratan khusus yang perlu diperhatikan sebelum mendaftar. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk melalui kolom chat Zoom sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi ini menjadi ruang interaktif bagi peserta untuk menggali informasi secara langsung dari narasumber sesuai kebutuhan studi masing-masing.
Selain pengenalan program studi, Virtual Open House ini juga menghadirkan informasi mengenai dukungan pembiayaan pendidikan. Danan Rizky Rifani, Ketua Tim Penyelenggaraan Beasiswa SDMK Kementerian Kesehatan RI, memaparkan kebijakan penyelenggaraan bantuan pendanaan pendidikan sumber daya manusia kesehatan. Dalam sesinya, ia menjelaskan alur, sasaran, serta dokumen persyaratan yang perlu disiapkan oleh calon pendaftar melalui laman resmi yang telah ditentukan.
Informasi beasiswa juga disampaikan oleh Agam Bayu Suryanto, Head of Scholarship, Partnership and Program Development Division LPDP. Ia menjelaskan skema Beasiswa LPDP tahun 2026, termasuk kebijakan baru terkait adanya pembukaan beasiswa tambahan di luar jadwal reguler. “Calon pendaftar perlu aktif memantau kanal resmi dan media sosial LPDP karena tahun ini terdapat pembukaan beasiswa di luar jadwal biasanya,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Virtual Open House Program Pascasarjana ini, FKM UI berupaya memberikan informasi yang lebih utuh bagi calon mahasiswa dalam merencanakan studi lanjut. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan program akademik, tetapi juga membuka wawasan peserta mengenai strategi pembiayaan pendidikan dan peran lulusan pascasarjana dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat di masa depan. (SHF)

