Depok, 22 Mei 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyelenggarakan talkshow bertajuk “Capek Jadi Dewasa: Ngobrolin Mental Health Bareng Habib Ja’far” yang menghadirkan sesi berbagi mengenai pengelolaan kesehatan mental bersama Rumah Cahaya. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta ini dilaksanakan secara hybrid pada Jumat, 22 Mei 2026 di Aula G FKM UI dan melalui Zoom Meeting.
Talkshow menghadirkan Habib Husein Ja’far selaku pendiri Rumah Cahaya sebagai narasumber, dengan moderator Ketua Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UI, Popy Yuniar, S.K.M., M.M., Ph.D. Acara ini menjadi ruang diskusi terbuka mengenai pentingnya kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan mahasiswa dan generasi muda.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKM UI, Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., menekankan bahwa kesehatan mental merupakan aspek kesehatan yang sering kali terabaikan.
“Sebagai institusi yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat, kami menyadari bahwa kesehatan tidak hanya berbicara mengenai fisik, tetapi juga mental, terutama di tengah tantangan akademik dan risiko burnout yang dihadapi mahasiswa. Banyak mahasiswa yang mungkin sedang merasa capek menjadi dewasa karena tekanan akademik maupun tantangan kehidupan lainnya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Habib Ja’far membawa perspektif yang menyejukkan mengenai kesehatan mental dan selaras dengan visi FKM UI dalam mendukung kesehatan secara holistik, baik fisik maupun mental.
“Melalui talkshow ini, saya berharap para peserta dapat memahami cara mengelola stres dan tidak ragu mencari dukungan ketika dibutuhkan,” tambahnya.
Dalam sesi talkshow, Habib Husein Ja’far menjelaskan bahwa persoalan kesehatan mental sebenarnya telah ada sejak lama, namun kesadaran masyarakat terhadap isu tersebut masih rendah. Ia memaparkan berbagai bentuk gangguan kesehatan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, bipolar, skizofrenia, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), hingga post-traumatic stress disorder (PTSD).
Menurutnya, Indonesia termasuk negara dengan ancaman masalah kesehatan mental yang tinggi, tetapi tingkat kesadaran masyarakatnya masih rendah. Banyak orang masih memandang seseorang sehat hanya dari kondisi fisiknya semata.
“Kita sering kali menganggap seseorang sehat hanya karena fisiknya terlihat baik, padahal ada masalah mental yang tidak terlihat,” jelasnya.
Habib Ja’far juga mengaitkan pentingnya kesehatan mental dengan istilah sehat walafiat, yang tidak hanya bermakna sehat secara fisik, tetapi juga mencakup keselamatan, ketenangan, dan kesehatan secara menyeluruh, termasuk mental.
Ia menambahkan bahwa tantangan di Indonesia saat ini bukan sekadar meningkatkan awareness atau kesadaran, tetapi menormalisasi terlebih dahulu bahwa masalah kesehatan mental memang nyata dan ada di sekitar masyarakat.
“Saya tidak memiliki latar belakang pendidikan psikologi ataupun kesehatan mental, tetapi selama lima tahun membangun Rumah Cahaya saya melihat langsung bahwa banyak orang membutuhkan ruang aman untuk didengar dan didampingi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan Rumah Cahaya, sebuah inisiatif yang lahir dari empati terhadap masifnya persoalan kesehatan mental di masyarakat Indonesia, khususnya anak muda dan kelompok ekonomi lemah.
Didirikan pada tahun 2021 oleh Habib Husein Ja’far melalui Yayasan Pemuda Tersesat bersama Yayasan Amal Khair Yasmin, Rumah Cahaya menyediakan layanan konseling psikologis gratis secara daring maupun luring, psikoedukasi, serta edukasi sosial-emosional bagi sekolah dan komunitas. Pada Juni 2024, Rumah Cahaya resmi berdiri mandiri di bawah Yayasan Pemuda Tersesat dan sejak Agustus 2024 berada di bawah naungan Yayasan Cahaya Loka Indonesia.
Rumah Cahaya memiliki visi menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh kalangan tanpa memandang latar belakang, dalam menjaga dan memulihkan kesehatan mental masyarakat. Dalam menjalankan misinya, Rumah Cahaya didukung oleh tenaga profesional, termasuk psikolog klinis, untuk memberikan layanan yang mudah diakses dan ramah bagi masyarakat.
Berbagai layanan yang disediakan Rumah Cahaya meliputi konseling offline gratis, konseling online gratis, webinar kesehatan mental, podcast kesehatan mental, hingga layanan psikolog profesional.
Melalui penyelenggaraan talkshow ini, FKM UI berharap dapat terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih peduli terhadap kesehatan mental serta memperkuat pemahaman bahwa kesehatan harus dipandang secara holistik, baik fisik maupun mental. (wrk)

