FKM UI dan University of Otago Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Pengembangan Pendidikan, Riset, dan Solusi Kesehatan Global

Depok, 4 Juni 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali memperkuat jejaring kolaborasi global melalui kunjungan Visiting Professor dari University of Otago, Prof. Alaa El-Din Ahmed Bekhit, yang berlangsung pada 1–5 Juni 2026 di FKM UI, Depok. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi antara FKM UI dan University of Otago, khususnya dalam bidang gizi, keamanan pangan, riset kesehatan, dan pengembangan program internasional.

Rangkaian kunjungan diawali dengan Lunch Meeting Workshop bertajuk Strengthening Collaboration in Education, Research, and Community Engagement between FKM UI and University of Otago yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc.; Ketua Departemen Gizi FKM UI, Dr. Ir. Asih Setiarini, M.Sc.; Ketua Program Studi S1 Gizi FKM UI, dr. Fatimah S. Sigit, M.Res., Ph.D.; Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat FKM UI, Rizka Maulida, S.K.M., M.HSc., Ph.D.; serta Manajer Kerja Sama dan Ventura FKM UI, Dr. Budi Hartono, S.Si., M.K.M.

Dalam sambutannya, Prof. Besral menyampaikan bahwa kunjungan Prof. Alaa menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring global FKM UI sekaligus memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Menurutnya, peluang kerja sama antara FKM UI dan University of Otago terbuka luas di berbagai jenjang pendidikan. “Pada tingkat sarjana, kami memiliki peluang besar untuk berkolaborasi melalui Program Studi Gizi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sementara pada tingkat pascasarjana, kami berharap dapat membangun kerja sama yang kuat melalui berbagai program magister dan doktoral yang kami miliki,” ujar Prof. Besral.  Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peluang kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi, antara lain program joint degree dan dual degree, pertukaran mahasiswa dan dosen, co-supervision mahasiswa magister dan doktor, penelitian kolaboratif internasional, publikasi ilmiah bersama, penyelenggaraan seminar internasional dan short course, pengembangan pembelajaran daring, hingga pembentukan jejaring riset tematik lintas negara.

Sementara itu, Ketua Departemen Gizi FKM UI, Dr. Asih, menyampaikan bahwa program Visiting Professor menjadi sarana penting untuk memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kunjungan ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian antara FKM UI dan University of Otago. Selama sepekan ke depan, Prof. Alaa akan terlibat dalam berbagai kegiatan akademik bersama dosen dan mahasiswa, dan kami berharap interaksi ini dapat menghasilkan peluang kerja sama yang bermanfaat bagi kedua institusi,” ujar Dr. Asih.

Menanggapi berbagai peluang kolaborasi yang disampaikan FKM UI, Prof. Alaa El-Din Ahmed Bekhit memperkenalkan University of Otago sebagai universitas tertua di Selandia Baru yang memiliki reputasi kuat dalam bidang ilmu kesehatan, gizi, ilmu pangan, dan kesehatan masyarakat. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama FKM UI, termasuk program artikulasi, joint degree, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kolaborasi penelitian internasional. Pengalaman dan fokus riset yang selama ini dikembangkannya, meliputi pemanfaatan sumber daya pangan yang kurang termanfaatkan (underutilized resources), keamanan pangan, protein pangan, pangan laut, hingga riset serangga pangan (edible insects), menjadi salah satu topik kuliah tamu yang akan diberikan selama kunjungan di FKM UI. “Ketiga aspek tersebut saling berkaitan. Karena itu, saya selalu tertarik pada penelitian yang mampu menghubungkan ketiganya. Melalui penelitian dan kolaborasi akademik, kita memiliki kesempatan untuk menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Alaa.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi membahas peluang pemetaan kepakaran dosen, pengembangan publikasi ilmiah bersama, serta penjajakan berbagai program internasional yang dapat melibatkan mahasiswa dan dosen dari kedua universitas. Diskusi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi yang lebih konkret di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. 

Selain agenda diskusi tersebut, kunjungan Prof. Alaa selama lima hari juga diisi dengan serangkaian kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa FKM UI. Agenda tersebut meliputi guest lecture bertajuk “Bugs on the Menu: Mapping the Landscape of Edible Insect Research in Australasia”, workshop mengenai penguatan kolaborasi internasional di bidang gizi dan keamanan pangan, diskusi pengembangan riset serta peluang co-supervision bagi mahasiswa gizi, hingga workshop Academic Writing for High-Impact Scientific Publications yang ditujukan bagi dosen dan mahasiswa pascasarjana. (EAR)