FKM UI Teguhkan Kolaborasi dengan Mitra Daerah dalam Penutupan PBL dan Festival PBL 2026

Depok, 4 September 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyelenggarakan kegiatan Penutupan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Tahun 2026 di Auditorium Lantai 4 Gedung B Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) UI pada 2 September 2026. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian PBL yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa bersama berbagai mitra di Kota Depok dan Kota Bogor, sekaligus menjadi momentum refleksi atas pengalaman belajar mahasiswa di lapangan. Acara ini dihadiri langsung oleh pimpinan FKM UI, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Depok dan Kota Bogor, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor dan Kota Depok, kepala puskesmas, pembimbing lapangan, dosen pembimbing fakultas, serta mahasiswa peserta PBL. Selain seremoni penutupan, kegiatan juga diisi dengan sesi testimoni mahasiswa dan pembimbing lapangan, pemberian sertifikat apresiasi kepada mitra, serta Festival PBL yang menampilkan hasil kegiatan mahasiswa selama pelaksanaan PBL.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKM UI, Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., menegaskan bahwa PBL merupakan ruang bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara teori yang dipelajari di kelas dan realitas yang dihadapi masyarakat. “PBL bukan hanya sekadar kegiatan untuk memenuhi kurikulum. PBL adalah tempat teori bertemu dengan realitas. Di ruang kelas, mahasiswa belajar tentang konsep dan metode. Di lapangan, mahasiswa belajar tentang masalah, fakta, dan masyarakat yang sebenarnya,” ujar Prof. Besral. Ia juga mengingatkan bahwa permasalahan kesehatan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu profesi atau institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, pengalaman selama PBL diharapkan dapat membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kompeten, berintegritas, dan peduli terhadap masyarakat.

Apresiasi terhadap pelaksanaan PBL turut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok. dr. Juri Hendrajadi, M.P.H., mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang telah berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas dalam berbagai program kesehatan selama pelaksanaan PBL. “Saya mewakili Dinas Kesehatan Kota Depok menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada adik-adik yang selama ini telah bekerja sama dan berkolaborasi dengan kami di Kota Depok dalam program-program kesehatan,” ujar dr. Juri.  Ia berharap berbagai program intervensi yang telah dirancang mahasiswa selama PBL dapat terus dilanjutkan oleh puskesmas dan masyarakat. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa, mulai dari kegiatan gizi, kesehatan lingkungan, hingga pengembangan jingle Kawasan Tanpa Rokok (KTR), merupakan pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal ketika terjun ke dunia kerja.

Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kota Bogor, Irma Arlini Dewi, STP., M.Si., menyampaikan apresiasinya kepada FKM UI yang secara konsisten menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu lokasi pelaksanaan PBL. “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada FKM UI karena sudah beberapa tahun ini menjadikan Kota Bogor sebagai lokus PBL,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan akademisi untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan kesehatan dan pembangunan di masyarakat. Oleh karena itu, Bapperida Kota Bogor membuka peluang kolaborasi riset bagi mahasiswa dan dosen yang ingin mengembangkan hasil PBL menjadi skripsi, tesis, maupun penelitian lainnya.

Favian Fawwaz Dermawan, perwakilan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat yang melaksanakan PBL di wilayah Bogor Selatan, mengungkapkan bahwa proses, mulai dari observasi hingga penyusunan intervensi, memberikan banyak pelajaran berharga. “Jujur, itu melelahkan, tapi alhamdulillah banyak banget pelajaran yang bisa kita dapatkan di sini. Dari problem solving-nya, critical thinking, dan juga bagaimana cara berkomunikasi,” ujar Favian. Sementara itu, dari Program Studi Kesehatan Lingkungan, Azni Handria membagikan pengalamannya selama menjalani PBL bersama Puskesmas Tanah Sareal. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk memahami secara langsung peran tenaga kesehatan lingkungan yang selama ini hanya dipelajari melalui teori dan praktikum. “Dengan kesempatan PBL ini, saya benar-benar mengalami bagaimana sebetulnya peran tenaga kesehatan lingkungan di puskesmas, ataupun bagaimana kami mengambil sampel tanah atau melakukan sampling air,” ungkapnya. Trifosa Rehuel Alfasan, mewakili Program Studi Gizi, menyampaikan bahwa pengalaman tinggal dan bekerja langsung bersama puskesmas memberikan pembelajaran yang tidak dapat diperoleh hanya melalui perkuliahan di kelas. “Tentunya itu semua pengalaman yang mungkin memang sudah pernah diajarkan secara teori. Tapi tidak akan lengkap jika tidak dialami langsung, turun ke lapangan,” ujar Trifosa.

Testimoni juga disampaikan oleh perwakilan pembimbing lapangan, Dr. Agustina Ika Darmayanti dari Puskesmas Kalimulya. Ia mengapresiasi semangat dan kepedulian mahasiswa dalam mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan di masyarakat serta menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh puskesmas. “Tentunya ini sangat membantu kami untuk melihat dari perspektif yang lain, yang mungkin selama ini tidak bisa kita lihat dari kacamata puskesmas, tapi adik-adik mungkin menemukan ide-ide inovasi yang dapat kita gunakan untuk menyelesaikan masalah di masyarakat,” jelas Dr. Agustina. Ia juga menyoroti inovasi mahasiswa terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang menghasilkan jingle edukatif dan berpotensi dimanfaatkan lebih lanjut dalam program kesehatan di Kota Depok.

Pada akhir acara, Dr. Laila Fitria, S.K.M., M.K.M., selaku Manajer Akademik, Internasionalisasi, dan Kemahasiswaan FKM UI, mewakili pimpinan fakultas untuk menutup secara resmi rangkaian kegiatan PBL tahun 2026. “Saya mewakili Dekan dan pimpinan fakultas untuk secara resmi menutup kegiatan PBL 1 dan 2. Insyaallah pada tahun-tahun berikutnya kita akan buka kembali dan laksanakan lagi untuk mahasiswa angkatan berikutnya,” tuturnya.

Setelah prosesi penutupan, FKM UI memberikan sertifikat apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Depok dan Kota Bogor, Bapperida Kota Bogor dan Kota Depok, serta puskesmas yang menjadi lokasi pelaksanaan PBL sebagai bentuk penghargaan atas dukungan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Festival PBL yang menampilkan poster hasil pembelajaran dan intervensi mahasiswa dari berbagai kelompok. Festival ini menjadi sarana diseminasi hasil kegiatan mahasiswa sekaligus ruang berbagi pengalaman antara mahasiswa, dosen, dan mitra lapangan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis pengalaman di FKM UI. (EAR)