Depok, 9 Januari 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) meresmikan Musala Al Mahabbah sebagai sarana ibadah dan pembinaan spiritual bagi sivitas akademika FKM UI. Peresmian ini menjadi penanda komitmen fakultas dalam menghadirkan lingkungan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan kemanusiaan.
Acara peresmian dihadiri oleh pimpinan fakultas periode 2025–2029 dan 2021–2025, para guru besar, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dekan FKM UI Periode 2025–2029, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan harapan agar Musala Al Mahabbah dapat menjadi ruang ibadah yang nyaman dan inklusif bagi seluruh keluarga besar FKM UI. “Semoga musala ini dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa dan seluruh sivitas akademika FKM UI, serta menjadi tempat yang penuh keberkahan. Mari kita makmurkan musala dengan ibadah, menjadikannya sebagai ruang ukhuwah, silaturahmi, dan amal jariyah,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FKM UI Periode 2021–2025, Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, M.S., D.Sc., menyampaikan rasa syukur karena pendirian musala ini dapat terwujud di akhir masa kepemimpinannya. Ia menuturkan bahwa Musala Al Mahabbah dirancang untuk menjawab kebutuhan mahasiswa, khususnya mereka yang kerap memerlukan tempat ibadah pada waktu malam.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan makna penamaan musala. “Al Mahabbah”, yang berarti kasih sayang, mencerminkan nilai yang ingin dihidupkan di lingkungan FKM UI—kasih kepada sesama, kepedulian, dan semangat kebersamaan dalam menjalankan peran sebagai insan akademik dan pelayan masyarakat.
Makna tersebut diperdalam melalui tausiyah yang disampaikan oleh Dr. KH. Muhammad Shofin Sugito, Lc., M.A. – Dosen MPK Islam UI serta Wakil Komisi Fatwa Metodologi MUI Pusat – yang mengangkat tema Mahabbah untuk semua makhluk Allah SWT. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa inti dari ibadah kepada Allah SWT adalah mengagungkan dan menomorsatukan Allah di atas segala perintah lainnya. “Ibadah kepada Allah harus berjalan beriringan dengan kasih sayang kepada sesama. Keduanya terikat dalam satu kata, yaitu mahabbah. Mahabbah adalah sebuah perjuangan yang harus dijaga hingga akhir hayat,” tuturnya.
Melalui peresmian Musala Al Mahabbah, FKM UI berharap fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan nilai spiritual, etika, dan kemanusiaan yang memperkuat karakter sivitas akademika. Musala ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang menumbuhkan suasana kampus yang religius, inklusif, dan berjiwa luhur. (wrk)

