Depok, 23 Juni 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor sebagai bagian dari komitmen akademik dalam mendorong pengembangan ilmu di bidang kesehatan masyarakat. Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Aula G Gedung FKM UI, Yul Isnadi secara resmi menjalani sidang terbuka untuk mempertahankan disertasinya dalam rangka menyelesaikan studi pada Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UI. Sidang promosi doktor tersebut dipimpin secara langsung oleh Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc.
Melalui disertasinya yang berjudul “Efektivitas Aplikasi Web NadiFirst Dibandingkan dengan Modul Cetak dalam Meningkatkan Kemampuan Pekerja Mengendalikan Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner di Industri Energi Indonesia”, Yul menyoroti urgensi promosi kesehatan kerja terhadap Penyakit Jantung Koroner (PJK) di populasi pekerja sektor energi. PJK masih menjadi masalah kesehatan yang sangat krusial pada industri energi karena sebagian besar pekerja berada pada usia produktif serta sangat dipengaruhi oleh interaksi kompleks faktor risiko individu, pekerjaan, perilaku, dan lingkungan kerja. Berdasarkan data yang dihimpun dalam studinya di salah satu perusahaan energi nasional, tercatat ada 12 pekerja usia produktif (30–50 tahun) yang meninggal mendadak akibat dugaan PJK sepanjang periode 2020–2023, serta terdapat 70 pekerja yang telah terdiagnosis PJK dan menjalani pengobatan, di mana 39 persen pekerja lapangan di antaranya terpaksa absen bekerja selama tiga bulan demi menjalani pemulihan medis.
Yul mengidentifikasi sejumlah kendala kontekstual dan struktural di tempat kerja yang selama ini membatasi efektivitas program promosi kesehatan konvensional perusahaan, seperti lokasi kerja terpencil, sistem kerja gilir (shift work), sistem kerja rotasi, jam kerja panjang, hingga kelelahan kerja yang berdampak pada rendahnya partisipasi pekerja. Survei awal menunjukkan bahwa fasilitas olahraga dan kebugaran dinilai tidak tersedia oleh 81% pekerja kelompok kontrol dan 79% pekerja kelompok intervensi, sementara akses terhadap makanan sehat di area operasional dilaporkan tidak tersedia oleh 92% pekerja kelompok kontrol dan 82% pekerja kelompok intervensi. Selain itu, tingkat ketidakpatuhan minum obat di antara pekerja yang memiliki riwayat hipertensi dan/atau diabetes melitus tercatat sangat tinggi, yaitu mencapai 69% pada kelompok kontrol dan 64% pada kelompok intervensi, sehingga teknologi promosi kesehatan digital dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat intervensi konvensional melalui media edukasi yang lebih fleksibel.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods eksploratori dengan pengembangan intervensi berbasis model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan dievaluasi melalui desain kuasi-eksperimental nonrandomized pre-test-post-test non-equivalent control group terhadap 455 pekerja. Responden terbagi menjadi kelompok kontrol (231 pekerja) yang mendapatkan modul cetak aktif bertajuk “Jantung Sehat, Kerja Produktif”, dan kelompok intervensi (224 pekerja) yang mendapatkan intervensi melalui aplikasi web NadiFirst, dengan analisis efek bersih menggunakan model adjusted regression Difference-in-Differences (DiD). Secara deskriptif, kelompok pengguna aplikasi web NadiFirst menunjukkan capaian skor akhir (post-test) yang lebih tinggi dibandingkan kelompok modul cetak pada domain total pengetahuan (34,036 vs 31,753), total persepsi (154,201 vs 150,022), dan total perilaku (199,295 vs 198,455). Lebih lanjut, analisis DiD multivariat menunjukkan bahwa aplikasi web NadiFirst memberikan dampak efektivitas yang signifikan secara statistik pada luaran spesifik, yaitu pengetahuan ketaatan Standar Prosedur Operasi (SPO) SPO dan Alat Pelindung Diri (APD), pengetahuan risiko tembakau, serta perilaku ketaatan SPO dan APD.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi web NadiFirst terbukti efektif dan layak diterapkan, namun lebih tepat diposisikan sebagai media penguat (reinforcing tool) dalam sistem promosi kesehatan kerja secara menyeluruh karena perubahan perilaku merupakan proses jangka panjang yang dipengaruhi oleh budaya organisasi. Sebagai rekomendasi praktis, Yul mendorong manajemen perusahaan, praktisi keselamatan kerja (HSE), serta penentu kebijakan untuk mengintegrasikan platform promosi digital ini dengan program K3 internal, layanan medical check-up (MCU), dan tindak lanjut klinis pekerja berisiko.
Komitmen ilmiahnya dalam menjawab tantangan pencegahan penyakit jantung koroner pada populasi pekerja industri energi mengantarkannya resmi meraih gelar akademik tertinggi. Yul Isnadi dinyatakan lulus sebagai Doktor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan IPK 3,96 dan meraih predikat summa cumlaude. Dr. Yul Isnadi tercatat sebagai lulusan ke-8 Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UI pada tahun 2026, lulusan ke-380 Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UI secara keseluruhan, serta menjadi lulusan doktor FKM UI ke-497.
Selama menjalani penelitiannya, Dr. Yul Isnadi dibimbing oleh promotor Prof. Dr. dr. L. Meily Kurniawidjaja, M.Sc., Sp.Ok., dengan dukungan ko-promotor Prof. Dr. Robiana Modjo, SKM., M.Kes., dan Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc. Jajaran promotor menyampaikan apresiasi tinggi atas kebaruan riset ini yang berhasil memadukan perlindungan kesehatan kerja (occupational health) dengan strategi promosi kesehatan digital yang dipersonalisasi bagi pekerja lapangan maupun kantor di industri energi. Sidang promosi doktor ini juga dihadiri dan diuji oleh jajaran tim penguji lintas disiplin yang memberikan saran konstruktif, meliputi Prof. dr. Kemal N. Siregar, S.K.M., M.A., Ph.D.; Dien Anshari, S.Sos, M.Si, Ph.D.; dr. Edrian Zulkarnain, SpJP(K)-FIHA; serta Dr. Prihatin Oktivasari, S.Si., M.Si.; dan melalui titipan pertanyaan yang disampaikan oleh Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D. (promovendus)

