Depok, 6 April 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Proposal Hibah pada Senin (6/4) di Ruang Guru Besar, Gedung G lantai 1 FKM UI. Kegiatan ini dihadiri oleh para ketua departemen, dosen, serta perwakilan mahasiswa program magister dan doktor.
Sharing Session Proposal Hibah bertujuan untuk meningkatkan kualitas proposal hibah riset internasional, khususnya untuk skema pendanaan e-Asia Joint Research Program (JRP) dan Wellcome Trust. Di sini peserta mendapatkan pendampingan serta ruang diskusi untuk memahami strategi penyusunan proposal yang sesuai dengan kriteria dan standar lembaga pendanaan internasional.
Dalam sesi utama, Prof. Dr. R. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc., Guru Besar Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI, berbagi pengalaman dan strategi sukses dalam memperoleh hibah riset internasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengajuan hibah tidak hanya ditentukan oleh kualitas ide riset, tetapi juga oleh kekuatan jejaring kolaborasi internasional yang dibangun secara berkelanjutan.
“Keikutsertaan aktif dalam konferensi internasional menjadi kunci penting dalam membangun jejaring riset. Dari sana, peneliti dapat bertemu dengan mitra potensial, bertukar gagasan, hingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” jelas Prof. Budi.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya menyusun proposal yang memiliki identifikasi masalah yang jelas, relevan dengan prioritas pendanaan, serta didukung oleh kolaborasi tim yang solid. Penelitian juga diharapkan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga mencakup komponen intervensi dan keterlibatan kebijakan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam aspek teknis, Prof. Budi menekankan bahwa judul dan akronim proyek yang menarik dapat meningkatkan daya ingat reviewer terhadap proposal. Ia juga mengingatkan bahwa topik pendanaan sebaiknya menjadi pemicu ide riset, sehingga proposal yang diajukan tetap selaras dengan fokus lembaga pemberi hibah.
Diskusi interaktif turut memperkaya kegiatan ini. Salah satu peserta, dosen Departemen Epidemiologi FKM UI, dr. Lhuri D. Rahmartani, B.Med.Sc., M.Epid., D.Phil., menanyakan strategi dalam memastikan kredibilitas mitra riset di luar indikator akademik. Menanggapi hal tersebut, Prof. Budi menyarankan untuk menelusuri rekam jejak calon mitra, mencari referensi dari kolega, serta memulai kolaborasi dalam skala kecil sebelum mengembangkan proyek yang lebih besar.
Selain itu, dibahas pula strategi dalam mengelola kemitraan internasional, termasuk negosiasi posisi penulis dalam publikasi ilmiah. Peserta didorong untuk menetapkan kesepakatan sejak awal serta mendokumentasikan kontribusi masing-masing pihak secara transparan dan profesional.
Dalam sesi penutup, Prof. Budi membagikan sejumlah tips penting untuk meningkatkan peluang memperoleh hibah internasional, antara lain membangun jejaring secara aktif, menjaga konsistensi publikasi di jurnal internasional, menonjolkan keunikan topik riset Indonesia, serta mengikuti perkembangan tren penelitian global.
Melalui penguatan kapasitas ini, FKM UI berkomitmen untuk mendorong para penelitinya tampil lebih unggul di kancah internasional. Harapannya, kualitas proposal riset yang kompetitif akan membuka pintu bagi kolaborasi lintas negara yang lebih luas. Pada akhirnya, setiap riset yang dihasilkan diharapkan menjadi sumbangsih penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus solusi bagi tantangan kesehatan masyarakat dunia (wrk)

